3 Pekan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Bergulat Krisis Air Bersih: MCK Sulit, Gimana Mau Masak?

2026-01-12 05:20:59
3 Pekan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Bergulat Krisis Air Bersih: MCK Sulit, Gimana Mau Masak?
ACEH TAMIANG, - Hampir tiga pekan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, warga masih bergulat dengan persoalan dasar kehidupan.Krisis air bersih, terbatasnya pasokan BBM, serta listrik yang belum pulih sepenuhnya membuat aktivitas warga berjalan serba terbatas.Di Kecamatan Karang Baru, dampak banjir masih terasa kuat, terutama di lingkungan pondok pesantren dan permukiman warga.Mulkana, salah seorang warga, mengatakan bahwa bantuan kebutuhan pokok sejauh ini sudah relatif tercukupi.Namun, persoalan utama justru muncul setelah air surut.Baca juga: Saat Listrik Terbatas di Aceh Tamiang, Tenaga Surya Bantuan Pertamina Topang Posko Pengungsi"Pascabencana, ya? Mungkin ini hari sekitar hari ke-18, ya, kami, alhamdulillah, kalau dari segi bantuan untuk makanan pokok seperti beras, kemudian di sini ada mi, kadang ada yang mengantarikan nasi, terus minyak goreng, telur, itu alhamdulillah tercukupi. Cuma memang yang menjadi permasalahan itu adalah pembersihan pascabanjir," ujar Mulkana saat ditemui, Sabtu .Menurut dia, kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak.Banyak sumur warga tidak lagi bisa digunakan karena tertimbun lumpur sisa banjir."Selain usaha untuk membersihkannya, itu adalah kebutuhan akan air bersih. Karena banyak sumur-sumur kami, baik sumur cincin maupun sumur bor, itu yang terhalang aksesnya karena tertumpuk lumpur," kata Mulkana.Minimnya air bersih tersebut berdampak langsung pada kondisi kesehatan warga.Lumpur yang tersisa di lingkungan permukiman menimbulkan risiko penyakit, terutama saat mengering dan berubah menjadi debu.Baca juga: Pertamina Ungkap Kendala Distribusi BBM ke Aceh Tamiang, Lakukan Upaya Mitigasi"Lumpur ini luar biasa, Pak. Yang lembek susah diinjak, yang keras ditiup angin jadi debu. Dua-duanya itu memang mudarat, ya, memberi dampak yang enggak baik. Ditambah lagi, karena kurang air ini tadi, MCK-nya jadi sulit," kata Mulkana.Dia juga menuturkan bahwa sebagian warga terpaksa buang air sembarangan karena keterbatasan fasilitas sanitasi.Kondisi tersebut memperparah ancaman masalah kesehatan pascabencana."Pokoknya masalah kesehatan ini muncul-lah. Warga di sini, Pak, karena ini luar biasa dahsyatnya banjir, banyak sekali yang kehilangan rumah," ujarnya.


(prf/ega)