Saat Ungkapan "Anak-anak Harus Hidup Lebih Baik dari Orangtua" Terngiang di Pikiran Gus Fawait...

2026-01-14 01:11:52
Saat Ungkapan
JEMBER, - Ada satu kalimat yang selalu terngiang di benak Bupati Jember Muhammad Fawait setiap kali ia pulang dari kunjungan ke desa-desa.Kalimat yang sederhana, namun baginya memiliki bobot moral yang luar biasa.“Kami hanya ingin anak-anak kami hidup lebih baik daripada kami, itu yang selalu terngiang-ngiang di saya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait saat berbincang dengan tim Ekspedisi Nusaraya Kompas.com, beberapa waktu lalu.Dalam setiap rangkaian program Guse Menyapa atau saat Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku), keluhan demi keluhan datang, tentang kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hingga rumah yang tak layak huni.Baca juga: Warga di Tengah Lahan BUMN Bisa Dapat Bantuan CSR, tapi Harus Ajukan Proposal DuluTetapi di balik semua itu, Gus Fawait selalu menemukan satu benang merah, yakni harapan agar anak-anak mereka tidak mewarisi kemiskinan.Harapan tersebut menjadi titik tolak banyak kebijakan yang ia dorong sejak awal memimpin Jember. Salah satunya adalah program pengobatan gratis.Pemerintah Kabupaten Jember, kata Gus Fawait, sengaja menanggung seluruh biaya BPJS warga agar tidak ada keluarga yang terjerat kemiskinan hanya karena sakit."anggarannya mungkin besar, tapi ini cara kami memastikan mereka bisa merubah nasib,” kata dia.Tak hanya itu, ia juga meluncurkan program beasiswa untuk pelajar dari keluarga kurang mampu.Menurut Gus Fawait, pendidikan adalah jembatan paling realistis yang bisa mengantar anak-anak Jember keluar dari jerat kemiskinan ekstrem.Baca juga: Gus Fawait Sebut Program Prabowo Ini Harapan bagi Warga Miskin Ekstrem di Tengah Lahan BUMN“Kalau orangtuanya tidak bisa didukung, anaknya harus bisa didukung,” lanjut dia.Namun upaya membenahi Jember bukanlah perkara mudah. Kabupaten dengan penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur itu masih terjebak dalam berbagai keterbatasan infrastruktur.“Pelabuhan enggak ada, tol juga tidak tersambung. Maka kemiskinan ekstrem sangat tinggi,” ujar Fawait.Data mencatat, angka kemiskinan di Jember mencapai 222.254 jiwa atau 54.284 KK. Dari angka itu, 113.579 jiwa masuk kategori desil 1 alias miskin ekstrem./RODERICK ADRIAN Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait memberikan sambutan kepada warga di kantor Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Senin .Ketimpangan akses itu pula yang mendorongnya rutin terbang ke Jakarta setiap pekan.


(prf/ega)