Ayah Prada Lucky Luapkan Kekecewaannya di Makam Anak: "Saya Minta Pelaku Dihukum Berat"

2026-01-12 04:54:37
Ayah Prada Lucky Luapkan Kekecewaannya di Makam Anak:
KUPANG, - Video Pembantu Letnan Dua (Pelda) Christian Namo, ayah almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang meluapkan amarahnya di pusara putranya sambil memegang sebatang lilin, viral di media sosial. Dia kesal soal pernyataan Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, yang menyebutnya dirinya tidak percaya Pengadilan Militer Kupang, yang menyidangkan puluhan terdakwa pembunuh anaknya.“Komandan Korem, anak saya mati. Komandan Korem, saya tidak menantang tentara. Bapak tolong buat pernyataan yang benar, saya pernah salah di mana?" ujar Christian dengan nada emosi saat berada di kuburan berdasarkan rekaman video itu.Baca juga: 2 Dokter Ungkap Hasil Rontgen di Dada dan Perut Prada Lucky di SidangChristian juga menyatakan kesiapan menerima hukuman atas dirinya sendiri jika memang ada kesalahan. “Saya mau dihukum pun saya terima. Jangan cari pembenaran. Saya omong di kuburan biar semua orang tahu,” katanya. Ungkapan kemarahan dan kekecewaan itu menunjukkan ketegangan antara keluarga korban dan institusi militer. Salah satu klaim yang disampaikan Christian yakni selama putranya meninggal, tidak ada pihak yang memberi informasi langsung kepadanya. “Selama anak saya mati, tidak ada yang memberi tahu saya. Siapa yang bilang beri tahu saya. Dari pihak tentara tidak memberi tahu saya,” ujar dia dalam video tersebut.  Christian juga menyatakan, bohong apabila ia disebut tidak percaya pada peradilan militer. Ia hanya mengaku kecewa atas keterangan saksi dalam sidang.“Bilangnya saya live, ayahnya Lucky tidak percaya pengadilan militer. Itu bohong. Yang benar, ayahnya Lucky kecewa dengan pengadilan karena keterangan saksi,” katanya sembari memegang sebatang lilin dalam video tersebut.Saat dikonfirmasi, Pelda Christian membenarkan isi video itu. Menurutnya, pernyataan keras itu disampaikan karena kecewa dengan pernyataan Danrem.Dia berharap, para pelaku yang telah menghabisi nyawa anaknya dihukum berat."Saya minta para pelaku dihukum berat dan apa yang saya sampaikan soal kekecewaan kepada para saksi di sidang tidak dipelintir," kata Christian, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Kamis petang. Baca juga: Diminta Oleskan Cabai-Garam ke Luka Prada Lucky, Prada Jemi: Saya Tidak Berani Tolak Perintah SeniorPernyataan keluarga yang kecewa ini muncul di tengah pemeriksaan puluhan saksi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer III-15 Kupang.


(prf/ega)