Momen Istri Brigadir Nurhadi Menangis Saat Bersaksi di Persidangan

2026-01-12 08:42:51
Momen Istri Brigadir Nurhadi Menangis Saat Bersaksi di Persidangan
MATARAM, - Elma Agustina, istri almarhum Brigadir Nurhadi tak kuasa menahan tangis saat hadir menjadi saksi di sidang kasus pembunuhan suaminya, anggota Paminal Polda NTB yang tewas di Gili Trawangan pada 16 April 2025. Didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Elma datang ke ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Mataram pada Senin . Elma menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa I Made Yogi Purusa atau Kompol Yogi dan I Gde Aris Chandra atau Ipda Aris Chandra.Pada sidang dengan agenda pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi yaitu, Elma Agustina istri korban Brigadir Nurhadi, Sukarmidi mertua Nurhadi, dan Rafika Dewi kakak kandung Brigadir Nurhadi. Dalam keterangannya, Elma menceritakan bahwa pada hari kejadian, yaitu Rabu , Brigadir Nurhadi pulang ke rumah lebih awal sekitar pukul 10.00 Wita. Baca juga: Sidang Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Jaksa Siapkan 9 Ahli, Termasuk Ahli Bela DiriSaat itu, menurut Elma, Brigadir Nurhadi berpamitan akan pergi ke Gili Trawangan bersama dua atasannya. "Almarhum meminta saya untuk mengemasi barang-barang, laptop dan lain-lainnya. Dia berpamitan untuk melakukan tugas ke Gili bersama dua atasannya," kata Elma di ruang sidang. Kedua atasan almarhum yang dimaksud adalah Ipda Aris Chandra dan Kompol I Made Yogi Purusa Utama yang bertugas di Paminal Polda NTB. Setelah mengemasi barang-barang, Nurhadi lalu berpamitan pada istri dan ayah mertuanya serta anaknya. Baca juga: Eksepsi Terdakwa Ditolak, Keluarga Almarhum Brigadir Nurhadi Merasa LegaPada sore harinya, sekitar jam 16.00 Wita, Elma melakukan video call dengan suaminya. Saat itu, Brigadir Nuhadi mengabarkan bahwa sudah sampai di hotel. "Dia saat itu sedang baring-baring di kamar sendiri, sempat saya tanyakan waktu itu sama siapa, dia bilangnya bertiga sama dua atasannya," ungkap Elma. Tangis Elma kemudian pecah saat menceritakan ketika anak sulungnya meminta menelepon ayahnya di hari kejadian, sekitar pukul 19.00 Wita. "Sempat anak saya yang paling besar, telepon ayahnya lagi, tiga kali teleponnya tapi tidak diangkat-angkat. Setelah itu, tidak ada komunikasi lagi," kata Elma tak kuasa menahan tangis. Baca juga: Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi Disoraki Keluarga Korban Usai SidangKeesokan harinya, pada Kamis, 17 April 2025, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari, Elma mendapat kabar bahwa Brigadir Nurhadi mengalami kecelakaan. "Waktu itu, bapak saya tidak berani menyampaikan bahwa suami saya sudah tidak ada, karena kondisi saya saat itu sedang menyusui anak saya yang masih berusia 29 hari," ujar Elma. 


(prf/ega)