Update Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: 8 Orang Meninggal, 58 Luka-luka, 2.851 Mengungsi

2026-01-12 22:00:59
Update Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: 8 Orang Meninggal, 58 Luka-luka, 2.851 Mengungsi
- Empat kabupaten di wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, diterjang bencana hidrometeorologi secara beruntun pada Senin–Selasa (24–25/11/2025).Hujan lebat yang tak kunjung mereda memicu banjir besar dan tanah longsor di Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, menyebabkan korban jiwa, kerusakan permukiman, serta mengganggu aktivitas warga.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan.Baca juga: Daftar Kerusakan akibat Banjir Padang Pariaman, Apa Saja?Setidaknya, 8 warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan sebanyak 2.851 warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.Bencana tersebut berdampak di 11 kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru hingga Angkola Selatan.“BNPB terus memonitor perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, seperti dalam keterangan resminya, Rabu .Ia menegaskan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut.Baca juga: Mengapa Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman dari Gempa? Ini Penjelasan BMKGcanva.com ilustrasi banjir bandang.Di Sibolga, hujan deras yang turun lebih dari dua hari menyebabkan sejumlah kelurahan terendam banjir dan tertutup material longsor.Arus air bahkan menyeret kendaraan dan menghantam rumah warga.Wilayah banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli, Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang, dan Pasar Baru.Baca juga: Update Banjir Padang Pariaman, Dampak, dan Wilayah yang TergenangLongsor juga terjadi di berbagai titik seperti Simare-mare, Hutabarangan, Huta Tonga, Pancuran Bambu hingga Pancuran Dewa.Satu warga dilaporkan luka-luka, sementara 3 unit rumah, termasuk satu ruko mengalami kerusakan.Akses jalan di beberapa kelurahan terputus sehingga menyulitkan mobilisasi warga dan tim gabungan.Baca juga: Kalimantan Tak Bebas Gempa, Sesar Tarakan Masih Aktif- Ilustrasi banjir.


(prf/ega)