JAKARTA, - Di tengah teriknya matahari, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, tampak ramai dengan aktivitas perawatan makam. Sejumlah orang sibuk merapikan barisan makam, ada yang memotong rumput, menyapu daun kering, hingga menata batu nisan agar tetap rapi dan layak dikunjungi.Salah satunya adalah Asep (45), perawat makam yang telah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya di TPU Pondok Ranggon. Saat ditemui, Asep baru saja menyelesaikan pekerjaannya memotong rumput di salah satu makam yang rutin ia rawat.Asep bukan bagian dari Pekerja Harian Lepas (PHL) yang dikontrak dan digaji oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena itu, ia bekerja tanpa seragam dan mengatur sendiri ritme pekerjaannya.Baca juga: Ledakan Terjadi di Ruko Kelapa Gading, Saksi Sebut Berasal dari Area Dapur"Kalau saya bukan PHL, makanya bebas enggak pakai seragam hijau-hijau, bedanya kita sama PHL itu kalau pekerjaan, ya PHL bersihin atau bagian rumput lebat sekitar makam, kalau kita merapikan makam nya," jelas Asep saat ditemui, Selasa .Soal upah, Asep juga menjelaskan bahwa sistem penghasilannya berbeda dengan para PHL."Kalau PHL kan bulanan dari pemerintah, kalau kita dari pemilik atau ahli waris makam, itu biasanya minimal Rp 50.000 per bulan," ungkapnya.Asep merawat sekitar 30 makam, mulai dari menyapu, memotong rumput, hingga menyiram rumput agar tidak mengering."Meski gitu, saya enggak terlalu targetin jasa saya, kadang ada yang Rp 30.000 sebulan, tapi ya beda dengan yang Rp 50.000, karena yang Rp 50.000 rumput kita pupuk," ungkapnya.Meski tidak bergaji tetap seperti PHL, Asep menyebut pendapatannya tak terlalu jauh berbeda.Baca juga: Genangan Abadi di Sunda Kelapa, Pelabuhan Bersejarah yang Terus Dihantui Banjir Rob"Ini kan kalau makam sekitar Rp 600.000 setahun dari satu makam, itu ada yang bayar tahunan ada bulanan, ada juga per enam bulan, pemasukan lain ya dari orang yang tiba-tiba minta membersihkan," jelasnya.Di luar tugas harian merawat makam, Asep juga kadang ikut membantu PHL menggali liang lahat."Kalau gali pernah juga, sering lah, tapi biasanya PHL ngajak kita buat bantuan, itu ya enggak ada tarif, ya ikhlas aja tapi kadang ada mau ngasih buat makan, tapi kadang enggak," ungkapnya.
(prf/ega)
Tanpa Seragam dan Gaji Tetap, Asep Tetap Setia Merawat Makam di Pondok Ranggon
2026-01-11 11:19:00
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:47
| 2026-01-11 22:41
| 2026-01-11 22:14
| 2026-01-11 21:54
| 2026-01-11 21:01










































