Air di Jakarta Tercemar Bakteri Koli Tinja, Ini Penyebabnya

2026-02-05 08:24:50
Air di Jakarta Tercemar Bakteri Koli Tinja, Ini Penyebabnya
- Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan air sungai, situ, dan waduk di Jakarta tercemar berbagai bakteri, antara lain bakteri koli dan bakteri koli tinja.Hal itu diketahui berdasarkan penelitian DLH DKI Jakarta, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University, Lemtek Universitas Indonesia, serta Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran Institut Teknologi Bandung.Baca juga: “Kondisi ini disebabkan oleh utamanya grey water atau air buangan domestik yang tidak mengandung tinja atau urin dari bak mandi, pancuran, wastafel kamar mandi, dan mesin cuci yang belum terkelola dengan baik,” kata Dudi dalam keteranyannya, Kamis .Dok. Unsplash/dapiki moto Riset DLH DKI Jakarta bersama IPB dan UI menemukan air sungai, situ, dan waduk tercemar bakteri koli dan koli tinja.Menurut Dudi, masyarakat cenderung membuang limbah sembarangan dengan sistem pengelolaan limbah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) dan permukiman yang belum terkelola dengan baik.Selain itu, kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) ditemukan dalam pemantauan kualitas air situ atau waduk di Jakarta.Para peneliti juga menemukan air tidak memenuhi parameter fenol, total fosfat, total nitrogen, kebutuhan oksigen secara proses biologis dalam air.Di Waduk Rawa Kepa, misalnya, banyak saluran limbah yang langsung masuk ke dalam badan air situ atau waduk melalui saluran perpipaan rumah tangga.Dampaknya adalah meningkatnya risiko penyebaran bakteri koli dan bakteri koli tinja dalam badan air yang berbahaya bagi kesehatan manusia.“Upaya penyediaan septic tank komunal dan sistem pengelolaan limbah harus dibuat secara luas untuk memenuhi kualitas lingkungan yang lebih baik,” papar peneliti IPB University, Zaenal Abidin.Baca juga:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-05 08:09