Mengapa Jalan Tol di Jerman Gratis?

2026-02-03 06:29:13
Mengapa Jalan Tol di Jerman Gratis?
- Jerman dikenal sebagai salah satu negara dengan jaringan jalan raya terbaik di dunia. Autobahn (nama jalan tol di Jerman), bahkan populer karena beberapa ruasnya tidak memiliki batas kecepatan.Autobahn mulai dibangun pada era 1930-an atau di era Kanselir Adolf Hitler. Autobhn memang sejak awal dirancang sebagai infrastruktur publik strategis sebagai konektivitas hampir semua kota-kota di negara tersebut.Pemerintah Jerman memandang jaringan jalan raya, termasuk autobahn, sebagai fasilitas umum yang harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa hambatan biaya.Tradisi bahwa jalan raya merupakan layanan publik ini berlanjut setelah Perang Dunia II. Pemerintah Federal Jerman tetap mempertahankan prinsip bahwa mobilitas warga adalah bagian dari kepentingan nasional.Sehingga pembangunan jalan bukan sektor yang dibebankan kepada pengguna seperti model konsesi jalan tol di banyak negara lain.Baca juga: Industri Jalan Tol di Ambang Krisis, Rugi Akumulatif 25 PersenUntuk diketahui, walau jalan tol gratis untuk mobil pribadi, Jerman tetap menerapkan tarif yang disebut LKW-Maut, yakni pungutan untuk truk dan kendaraan berat di Autobahn.Skema ini berlaku sejak 2005 untuk truk di atas 7,5 ton, kendaraan angkutan barang internasional, dan armada logistik yang menggunakan jaringan Autobahn secara rutinPendapatan dari LKW-Maut cukup besar dan langsung dikembalikan untuk pendanaan infrastruktur transportasi. Dengan kata lain, biaya perawatan banyak ditopang oleh sektor logistik.Selain pemasukan dari LKW-Maut, pendapatan lainnya yang diperoleh pemerintah federal untuk memelihara jaringan autobahn adalah berasal dari pajak BBM yang sangat tinggi Jerman.Sumber pendanaan utama Autobahn berasal dari pajak bahan bakar (fuel tax) maupun pajak kendaraan bermotor (semacam pajak kendaraan tahunan di Indonesia).Pemerintah Jerman mengalokasikan sebagian besar penerimaan dari sektor transportasi kembali ke pembangunan dan perawatan jalan raya, menjadikan pembiayaannya relatif stabil.Baca juga: Menakar Bisnis Jalan Tol Pasca Golden Era Jokowi, Gelap atau Cerah?Dilansir dari BBC, untuk menambah pemasukan untuk pemeliharaan autobahn, Jerman juga berencana mematok tarif untuk kendaraan dari luar negeri (sesama negara Uni Eropa) yang menggunakan jaringan jalan raya mereka.Namun rencana tersebut tak kunjung direalisasikan sampai hari ini. Uni Eropa menolaknya karena dianggap diskriminatif bila pengendari dari luar Jerman dikenakan tarif 130 euro.Penolakan tersebut membuat Jerman tetap mempertahankan kebijakan Autobahn bebas tarif untuk semua kendaraan pribadi, baik warga lokal maupun pengendara dari negara lain.Mengutip CNN, autobahn adalah alat politik Adolf Hitler. Meski banyak dibangun di era Nazi, gagasan membangun jalan tol yang menghubungkan kota-kota Jerman sudah ada sebelum Hitler berkuasa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-03 06:05