Pendaftaran Dibuka, Kemenhub Siapkan 75 Bus Mudik Gratis Akhir Tahun

2026-01-16 20:23:53
Pendaftaran Dibuka, Kemenhub Siapkan 75 Bus Mudik Gratis Akhir Tahun
JAKARTA, – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali membuka kuota mudik gratis menggunakan bus.Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan pihaknya menyediakan 75 bus untuk layanan mudik gratis dan dua truk untuk angkutan sepeda motor.“Program ini dihadirkan untuk membantu kebutuhan masyarakat yang ingin pulang kampung ataupun bepergian dengan jarak yang cukup jauh,” ujar Aan dalam keterangan resminya, Kamis .Baca juga: Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 UnitAan menjelaskan, jumlah kuota mudik gratis pada masa Nataru ini sebanyak kurang lebih 3.090 penumpang, sementara untuk motor tersedia 60 unit.KEMENHUB Mudik Gratis Nataru 2025/2026Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis, pendaftaran dibuka mulai hari ini, 12 hingga 21 Desember 2025, secara online via https://nusantara.kemenhub.go.id.Pendaftaran akan ditutup apabila kuota telah terpenuhi. Peserta mudik gratis dapat melakukan registrasi ulang atau validasi pada posko yang berada di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan dan GOR Bulungan Blok M, Jakarta Selatan.“Informasi terkini mengenai mudik gratis dapat dilihat pada aplikasi Mitra Darat melalui platform Nusantara Hub atau media sosial Instagram Ditjen Hubdat,” katanya.Baca juga: Mobil Listrik MAB SunV Proyeksi Bisa Tembus EksporSementara itu, tujuan kota mudik gratis Nataru terdiri dari 10 destinasi, yakni Solo, Wonosobo, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, D.I. Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Madiun.Keberangkatan bus akan dilaksanakan dari Terminal Pulogebang pada 23 Desember 2025. Untuk pengangkutan motor dengan truk dilakukan dari terminal yang sama pada 22 Desember 2025, menuju Solo dan Yogyakarta.KEMENHUB Mudik Gratis Nataru 2025/2026“Kami berharap dengan adanya program mudik gratis ini dapat mencegah masyarakat untuk mudik menggunakan sepeda motor, terlebih dengan jarak yang cukup jauh. Mudik dengan sepeda motor tidak kami rekomendasikan karena lebih berisiko terjadi kecelakaan,” ujar Aan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 18:47