Gunakan Bola Pelacak untuk Antisipasi Banjir di Pusat Kota Semarang

2026-01-12 04:22:05
Gunakan Bola Pelacak untuk Antisipasi Banjir di Pusat Kota Semarang
SEMARANG, - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, menerapkan teknologi GPS Drifter atau bola pelacak ber-chip GPS untuk memetakan titik sumbatan drainase.Teknologi tersebut digunakan untuk antisipasi potensi genangan banjir karena drainase yang tersumbat.Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan bahwa GPS Drifter diharapkan bisa digunakan untuk mitigasi hujan ekstrem."Kalau Simpang Lima banjir, warga tidak bisa menikmati ruang publik dengan nyaman. Maka hari ini kami mencari tahu, apa penyebab banjir itu,” kata Agustina, Senin .Baca juga: Kaesang Datangi Korban Banjir di Bireuen Aceh, Lihat Pemukiman Rata dengan SungaiTeknologi drifter digunakan dengan cara menghanyutkan bola GPS ke dalam saluran.Pergerakan bola dipantau melalui perangkat gawai petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.Ketika bola tidak bergerak sesuai estimasi waktu, titik tersebut terbaca sebagai lokasi sumbatan. "Kami menggunakan semacam bola mainan, dipasang chip GPS, dan dihubungkan ke teman-teman DPU," ujarnya.Melalui data alat tersebut, tim dari DPU akan tepat waktu untuk melakukan penanganan."Dalam durasi setengah jam seharusnya bergerak, tetapi malah berhenti berarti ada kendala di titik itu. Dari situ pasukan katak DPU turun untuk memastikan apa yang menyumbat. Bisa kasur, ban, sampah, atau gundukan sedimen," ucapnya.Upaya ini dilakukan sekaligus untuk memperbarui peta drainase kota yang sejarah perencanaannya sempat terputus puluhan tahun."Penanganan banjir memang dilakukan berlapis. Ada tim-timnya sehingga ketika di Simpang Lima sudah teratasi, tetapi tetap banjir, kami akan tangani hulunya pula. Oleh karena itu ada tim yang menangani hilir, hulu, dan titik-titik lain agar aliran air terkendali," ungkap Agustina.Melalui integrasi teknologi, respons cepat di lapangan, dan partisipasi publik, Agustina optimis dapat meminimalisir dampak banjir di pusat kota dan mengembalikan kenyamanan bagi warga dan wisatawan di Simpang Lima. "Mohon doa restunya, mudah-mudahan beres sebab Simpang Lima adalah ikonnya Kota Semarang, dan kami berkomitmen mengembalikan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan di area ini," kata dia.Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, uji coba teknologi GPS Drifter atau bola pelacak ber-chip GPS di sekitar Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah.


(prf/ega)