Eks Sekdis Bekasi Beni Saputra Mangkir Pemeriksaan, KPK Ingatkan Kooperatif

2026-01-30 07:45:37
Eks Sekdis Bekasi Beni Saputra Mangkir Pemeriksaan, KPK Ingatkan Kooperatif
JAKARTA, - Mantan Sekdis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra, mangkir dari pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin .Beni Saputra hari ini dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan suap terkait ijon proyek yang menyeret nama Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang.Diketahui, Beni Saputra adalah salah satu pihak yang ikut ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi.Baca juga: KPK Panggil Beni Saputra, Eks Sekdis yang Ikut Terjaring OTT Bupati Bekasi Ade Kuswara“Sampai dengan saat ini saksi BS (Beni Saputra) belum hadir, dan belum ada konfirmasi yang kami terima,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Senin.KPK mengimbau Beni Saputra bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik lantaran keterangannya dibutuhkan dalam tahap penyidikan perkara kasus korupsi tersebut.“Karena keterangannya diperlukan dalam penyidikan perkara di wilayah Kabupaten Bekasi ini,” ujarnya.Sebelumnya, KPK memanggil Beni Saputra sebagai saksi terkait kasus dugaan suap terkait ijon proyek yang menyeret nama Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang pada Senin .“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Senin .Baca juga: KPK Geledah Rumah Penyuap Bupati Bekasi Bekasi, Sita Dokumen hingga FlasdiskMeski demikian, Budi belum mengungkapkan materi yang akan didalami dari pemeriksaan Beni Saputra hari ini.Dalam perkara ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap terkait ijon proyek di Pemkab Bekasi pada Sabtu .Ketiga tersangka adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, HM Kunang (Ayah Bupati), dan Sarjan selaku pihak swasta.Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, kasus suap ini bermula saat Ade Kuswara menjalin komunikasi dengan Sarjan selaku pihak swasta penyedia paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.Dari komunikasi tersebut, dalam rentang satu tahun terakhir, Bupati Ade rutin meminta ‘ijon’ paket proyek kepada Sarjan melalui perantara HM Kunang.Baca juga: Kasus Bupati Bekasi, KPK Amankan 5 Ponsel Kadis yang Memuat Chat Terhapus“Total ‘ijon’ yang diberikan oleh Sarjan kepada Bupati Ade bersama-sama HM Kunang mencapai Rp9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” kata Asep dalam konferensi pers, Sabtu.Selain aliran dana tersebut, sepanjang tahun 2025, Bupati Ade juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya, yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp4,7 miliar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-30 08:06