Wamenag Siapkan Opsi Belajar Daring untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatera

2026-01-17 03:14:51
Wamenag Siapkan Opsi Belajar Daring untuk Siswa Penyintas Banjir di Sumatera
JAKARTA, - Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii membuka opsi pembelajaran daring bagi siswa lembaga pendidikan agama dan keagamaan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Menurut Syafii, kegiatan belajar mengajar secara daring perlu dilakukan agar anak-anak di wilayah terdampak tidak kehilangan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan."Khusus yang terkait dengan properti yang berada di bawah naungan Kemenag, kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang belajar di pondok, madrasah, tidak boleh kehilangan haknya untuk terus belajar," kata Syafii ketika mengunjungi Padang, Sumbar, dikutip dari keterangan pers, Senin .Baca juga: Banjir Sumatera Turut Bawa Jenazah dari Kuburan, Sempat Masuk ke Data Korban TewasSyafii menuturkan, jika kondisi pondok atau madrasah belum layak digunakan, maka pembelajaran bisa dilakukan secara daring."Kalau mungkin kondisi fisik dari pondok dan madrasahnya belum memungkinkan, kami telah mengambil kebijakan bisa dilakukan kegiatan belajar mengajarnya secara daring," ujarnya.Wamenag menuturkan, pihaknya saat ini terus mendata serta mengumpulkan biaya untuk merenovasi pondok dan madrasah yang hancur diterjang banjir bandang."Tentu saja kami terus berupaya, selain tanggap darurat yang sudah kami lakukan, kami terus mengumpulkan pembiayaan untuk kemudian merenovasi pondok dan madrasah yang mengalami rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat," ucapnya.Terlepas dari rencana renovasi itu, kata Syafii, hal yang terpenting saat ini adalah bagaimana warga yang terdampak bisa menghadapi bencana, bisa bertahan, dan tetap semangat.Baca juga: Prabowo Panggil Menteri ke Hambalang, Bahas Banjir Sumatera dan Libur Akhir Tahun"Setelah itu, kita melakukan perbaikan-perbaikan properti yang mengalami kerusakan," kata dia.Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan, terdapat 10 jasad ditemukan pada Minggu , meliputi sembilan jasad di Aceh dan satu jasad di Sumbar."Sehingga total yang kemarin (Sabtu) rekapitulasi berjumlah 1.006 jiwa (meninggal dunia), hari ini (Minggu) menjadi 1.016 jiwa," ujarnya dalam konferensi pers yang dipantau di kanal Youtube BNPB pada Minggu .Berdasarkan provinsi, korban tewas di Aceh sebanyak 424 jiwa, Sumut sebanyak 349 jiwa, dan Sumbar sebanyak 243 jiwa.Sementara untuk data korban yang masih hilang, lanjut Abdul, tercatat sebanyak 212 jiwa pada Minggu . Rinciannya di Aceh sebanyak 32 jiwa, Sumut sebanyak 90 jiwa, dan Sumbar sebanyak 90 jiwa."Untuk data korban hilang, kemarin (Sabtu) 217 jiwa, saat ini (Minggu) 212 jiwa," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-17 02:43