KP2MI Gandeng Mitra Strategis Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

2026-02-05 10:11:46
KP2MI Gandeng Mitra Strategis Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk memperkuat pembenahan rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KP2MI dan sejumlah lembaga nasional maupun daerah.Pada kesempatan itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan penguatan di sektor hulu menjadi kunci karena sebagian besar persoalan PMI terjadi saat tahap awal penyiapan. Ia menegaskan perlindungan PMI harus berbentuk ekosistem berkelanjutan dari sebelum penempatan hingga setelah bekerja di luar negeri."Hari ini, Kementerian ini melakukan transformasi kelembagaan bahwa Presiden membentuk Kementerian KP2MI sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam rangka mengoptimalkan peran dan tugas fungsi perlindungan pekerjaan-pekerjaan Indonesia secara berkualitas sekaligus juga dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia," ucap Mukhtarudin, Selasa (2/12/2025)Ia menegaskan dua amanat presiden adalah perlindungan menyeluruh dan peningkatan kapasitas SDM melalui vokasi. Mukhtarudin menyebut sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga asosiasi vokasi penting untuk membenahi rekrutmen."Dari sisi hulu tentu kita ingin membenahi dari sisi rekrutmen, karena persoalan kejadian ini 80-90% ada di sektor hulu. Oleh karena itu hulunya harus kita benahi agar di hilirnya tidak terlalu banyak masalah," ujarnya.Diketahui, MoU dan PKS yang diteken ini melibatkan Bawaslu, Perpukadesi, Komnas Anak, Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Jember, serta asosiasi pendidikan vokasi HIPKI dan PELITA Indonesia. KP2MI juga menandatangani PKS dengan Ditjen Imigrasi dalam bidang data dan layanan penempatan.Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Rahmat Bagja menyampaikan, MoU dengan KP2MI menjadi langkah penting menjelang Pemilu 2029."Bagi Bawaslu MoU ini adalah pertanda kesiapan kita dalam menghadapi Pemilu tahun 2029. Nah inilah penting bagi kami untuk melakukan tahapan pencegahan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan perlindungan pekerja migran yang ada di luar negeri," kata Bagja.Ia menjelaskan terdapat sekitar empat juta WNI di luar negeri yang sebagian besar merupakan PMI. Karena itu, sinergi antara Bawaslu dan KP2MI sangat krusial dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga pemantauan partisipasi pemilih."Oleh sebab itu, bagi Bawaslu itu penting untuk dijaga agar seluruh proses penyaluran aspirasi teman-teman warga negara kita di luar negeri dapat segera dilakukan dan secara tenang juga dilakukan. Di antara banyak permasalahan, misalnya adalah bagaimana pekerja migran terdaftar dalam DPT," imbuhnya.Bagja menegaskan sosialisasi bersama KP2MI akan dimaksimalkan pada 2026 hingga 2027. Kolaborasi ini diharapkan memastikan proses pemungutan suara di luar negeri berjalan jujur, adil, dan bebas pelanggaran."Melalui kerja sama ini, kami saling koordinasi dengan Kementerian Pekerja Migran untuk melakukan sosialisasi agar bisa dilakukan secara penuh nanti di tahun 2026 atau 2027, dan juga memastikan seluruh proses pelaksanaan Pemilu luar negeri berlangsung bebas pelanggaran, jujur, dan adil," jelas Bagja.Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perpukadesi, Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo, mengatakan pihaknya ingin berpartisipasi membantu penyelesaian persoalan migrasi tenaga kerja."Perpukadesi itu adalah perkumpulan para purnawirawan atau purna bakti, para mantan-mantan gubernur, mantan-mantan bupati, wali kota seluruh Indonesia. Kami hadir di sini dalam rangka ikut masuk barisan ke KP2MI dalam rangka memberikan sumbangsih apa yang kami miliki untuk berpartisipasi bersama-sama mulai dari hulu-hilir untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja migran ini sebatas kemampuan yang kita miliki," tutur Bibit.Ia menyebut sulitnya peluang kerja bagi masyarakat menjadi alasan kuat Perpukadesi ingin ikut mendukung program KP2MI. Para purna bakti disebut ingin tetap memberi kontribusi bagi bangsa."Utamanya anak-anak kita yang saat ini sedang mencari peluang pekerjaan itu tidaklah mudah. Sangat sulit dan tidak mudah, maka kami terketuk hati untuk berpartisipasi, itulah latar belakangnya," ucapnya.Bibit menegaskan para anggota Perpukadesi di seluruh Indonesia siap turun tangan membantu. Ia berharap kontribusi mereka dapat melengkapi upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja migran."Jadi para purnabakti mantan-mantan gubernur, mantan bupati, wali kota yang tersebar di seluruh Indonesia ini dari sisa-sisa umurnya untuk sumbangsih sebatas kemampuan kita untuk berpartisipasi bersama-sama," ungkap Bibit. Tonton juga video "Detikcom Awards 2025 Mengapresiasi KP2MI Untuk Layanan Humanis untuk Pekerja Migran"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-05 09:14