BNPB Janji Dampingi Daerah Terdampak Banjir Aceh hingga Pulih Total

2026-02-05 13:39:59
BNPB Janji Dampingi Daerah Terdampak Banjir Aceh hingga Pulih Total
BIREUEN, – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendampingi pemerintah kabupaten dan kota dalam penanganan dampak banjir besar yang melanda Aceh.Pendampingan dilakukan tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.Selain itu, Instruksi Presiden (Inpres) tentang pembangunan infrastruktur pascabanjir sedang disiapkan."Awalnya ada 18 kabupaten/kota terdampak, sekarang tersisa 16. Kami akan terus mendampingi Bupati dan masyarakat sampai kondisi benar-benar membaik," katanya dalam siaran persnya, Kamis .Baca juga: Update BNPB Banjir Sumatera 25 Desember: Korban Meninggal Mencapai 1.135 JiwaPernyataan itu disampaikan saat pertemuan dengan Bupati Bireuen, Rabu, 24 Desember 2025.Dalam pertemuan itu, Suharyanto menegaskan seluruh kebutuhan daerah selama masa tanggap darurat akan difasilitasi.BNPB, kata dia, tidak hanya memberikan bantuan sekali, tetapi melakukan pendampingan berkelanjutan.Letjen Suharyanto menambahkan, salah satu fokus utama adalah pemulihan infrastruktur.Tercatat ada 12 jembatan yang rusak akibat banjir.Jembatan besar seperti Kuta Blang dan lainnya akan ditangani langsung oleh pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu Inpres.Baca juga: Update BNPB: 17 Jasad Ditemukan, Korban Tewas Banjir Sumatera Menjadi 1.129 JiwaDengan terbitnya Inpres, sambung dia, pembangunan akan dilakukan melalui mekanisme khusus, melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait, bukan hanya BNPB.Sementara itu, jembatan-jembatan kecil diminta untuk segera dibangun."Kalau ada tenaga yang bisa membangun tapi terkendala biaya, kami yang biayai. Kalau perlu sewa alat, sewa saja dulu, nanti kami yang bayar," tegasnya.BNPB juga membuka fleksibilitas dalam penyediaan hunian sementara (huntara).Huntara dapat dibangun di atas tapak rumah warga atau lahan milik masyarakat sendiri, selama dinilai aman dari banjir dan tidak harus dalam satu hamparan.Bagi warga yang menumpang di rumah keluarga, pemerintah menyiapkan bantuan Rp 600.000 per bulan per kepala keluarga.Baca juga: BNPB: Pembersihan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Terus Dilakukan"Pembangunan huntara tidak perlu menunggu seluruh data terkumpul. Kalau bisa sekarang, bangun sekarang," katanya.Selain infrastruktur dan hunian, BNPB juga diminta menambah personel untuk membantu pembersihan lumpur di wilayah terdampak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-05 14:06