Jawa Barat Tawarkan 104 Proyek Investasi Senilai Rp186,29 Triliun

2026-01-12 14:38:02
Jawa Barat Tawarkan 104 Proyek Investasi Senilai Rp186,29 Triliun
BANDUNG, - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar akan menggelar West Java Investment Summit (WJIS) 2025.Acara yang akan berlangsung di Hotel Pullman, Jumat ini akan ditawarkan 104 proyek investasi senilai Rp186,29 triliun.Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik menyatakan, WJIS yang telah memasuki tahun ke-7 ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi Jabar memperkuat posisinya sebagai magnet utama investasi di Indonesia.Baca juga: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,2 Persen, Dedi Mulyadi Bongkar 5 Jurus RahasianyaDengan tema "Strengthening Regional Resilience through Green Industry, Smart Investment, and Inclusive Growth," forum investasi ini bertujuan untuk menghasilkan berbagai komitmen baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.“Realisasi investasi kita mencapai 80,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp271 triliun. Ini bukti bahwa iklim investasi di Jawa Barat sangat kondusif,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 November 2025.Dedi menambahkan, dari total 104 proyek yang ditawarkan, sebanyak 41 proyek telah berstatus ready to offer, sementara 63 proyek lainnya merupakan potensi investasi baru.“Kami menargetkan semua minat investasi yang muncul di forum ini bisa terealisasi dalam tiga hingga enam bulan ke depan,” kata Dedi.Baca juga: Tanpa Rapat Resmi, Gubernur Dedi Mulyadi dan PT KAI Lahirkan 4 Gagasan Transportasi JabarIa menjelaskan, sepanjang Januari hingga September 2025, nilai investasi yang masuk ke Jawa Barat mencapai Rp218,2 triliun, atau naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp119,2 triliun (54,7 persen), sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp98,9 triliun (45,3 persen)."Investasi ini juga mampu menyerap tenaga kerja hingga 303.469 orang," ucap Dedi.Menurutnya, investasi menjadi motor penting bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang pada triwulan III-2025 tumbuh 5,20 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen."Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar mencapai 24,6 persen, terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga," kata Dedi.Dedi juga menyebutkan bahwa lebih dari 600 peserta akan hadir dalam forum WJIS tahun ini, termasuk 25 perwakilan kedutaan besar dan 300 calon investor dari berbagai negara.Sejumlah proyek strategis seperti pengelolaan limbah, kawasan industri, hilirisasi, dan infrastruktur menjadi fokus utama penawaran."West Java Investment Summit sudah menjadi brand global. Banyak investor yang memandang Jabar sebagai lokasi strategis dengan dukungan infrastruktur, SDM unggul, dan kepastian kebijakan yang kuat," tutur Dedi.Ia menambahkan bahwa kehadiran investor baru seperti VinFast dan Great Giant Pineapple (GGP) di kawasan Rebana Metropolitan akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau dan industri masa depan."Jawa Barat bukan hanya pintu masuk investasi, tapi juga laboratorium pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," pungkas Dedi.


(prf/ega)