11 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Narsis Tinggi Menurut Psikolog

2026-01-13 09:53:25
11 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Narsis Tinggi Menurut Psikolog
- Seseorang dengan sifat narsistik sering kali memiliki rasa percaya diri yang tinggi terhadap dirinya sendiri.Mereka cenderung sensitif terhadap kritik dan sulit memiliki empati kepada orang lain. Fokusnya hanya berpusat ke dirinya sendiri.Sayangnya, menghadapi orang dengan sikap narsistik yang tinggi tidaklah mudah. Sikap tersebut justru sering kali merugikan orang lain.Hal ini karena orang narsistik sulit untuk diajak komunikasi. Mereka yang berbicara dengan orang narsistik akan merasa diabaikan, tidak dianggap, atau bahkan merasa dikritik balik.Psikolog lulusan Harvard, Cortney Warren, membagikan kalimat yang sering diucapkan orang narsistik, seperti dikutip dari CNBC.Kalimat-kalimat tersebut dapat menjadi pedoman Anda untuk menghadapi seseorang yang ternyata memiliki tingkat narsistik yang tinggi.Baca juga: Jangan Unggah Foto Narsis, Ini Ketentuan Pasfoto Akun SNPMB 2024Selain sulit diajak berkomunikasi, orang narsis merupakan manipulator yang ulung.Berikut ini beberapa kalimat yang kerap diucapkan orang narsis tanpa sadar:Orang yang narsis menganggap dirinya paling istimewa dan lebih baik dari orang lain.Mereka percaya bahwa orang lain seharusnya merasa bersyukur berada di sekitar mereka.Beberapa frasa yang sering digunakan adalah, "Kamu beruntung aku masih peduli," atau "Kamu tidak pantas untukku".Banyak orang yang narsis adalah mereka yang sebenarnya mengalami kekecewaan kronis terhadap orang lain.Sebagai respons, mereka akan merendahkan orang lain dengan hinaan yang menyakitkan, melukai, dan jahat.Kalimat yang diucapkan orang narsistik tanpa disadari salah satunya, "Kamu sangat menyedihkan" atau "Tidak akan ada orang lain yang mau bersamamu",Baca juga: 5 Tips Sederhana untuk Menghadapi Seseorang yang NarsisSeperti yang sudah disampaikan, orang narsis sering menggunakan taktik manipulatif, seperti ancaman atau intimidasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-13 20:53