Kata-kata Bijak Kang Mus Preman Pensiun Diperankan Epy Kusnandar, Penuh Haru dan Perjuangan Hidup

2026-02-04 11:05:59
Kata-kata Bijak Kang Mus Preman Pensiun Diperankan Epy Kusnandar, Penuh Haru dan Perjuangan Hidup
— Kepergian aktor Epy Kusnandar pada Rabu, 3 Desember 2025 masih menyisakan duka. Banyak penggemar begitu merasa kehilangan atas aktor yang lekat dengan perannya sebagai Muslihat atau Kang Mus di sinetron Preman Pensiun.Karakter Kang Mus dalam serial Preman Pensiun tak sekadar dikenal sebagai sosok keras di jalanan, melainkan juga pengantar banyak kata-kata bijak dan mutiara kehidupan.Di balik kerasnya tindakan, Kang Mus sering melontarkan nasihat yang menyentuh hati, penuh haru, dan sarat perjuangan hidup. Berikut rangkuman inspirasi dari Kang Mus yang bisa menjadi cermin bagi kita semua.Kutipan-kutipan di atas mencerminkan perjalanan hidup penuh liku — tentang penderitaan, perjuangan, kesedihan, harapan, dan rasa syukur. Tak heran jika banyak penonton merasa tersentuh dan mendapatkan inspirasi dari pesan-pesan karakter Kang Mus.A post shared by PREMAN PENSIUN X (@preman.pensiun.official)Karena kisah serial ini sendiri bertolak dari dunia keras premanisme, Kang Mus sering berbicara dari pengalaman langsung — bukan teori kosong.Kutipan-kutipan itu muncul dalam situasi di mana ia dan rekan-rekannya menghadapi konflik, kehilangan, pilihan hidup, dan perjuangan untuk bertahan.Pesan-pesan tersebut sering muncul setelah pembelajaran keras di jalanan: bahwa kehidupan tidak selalu adil, tapi kita bisa memilih untuk tetap berbakti, bertanggung jawab, dan menjaga kemanusiaan.Karena itu, banyak kalimat Kang Mus yang terasa jujur, sederhana, namun kuat — mudah dipahami, dan relevan untuk semua kalangan.Walau serial Preman Pensiun adalah drama — kadang keras, kadang lucu — kutipan-kutipan Kang Mus membuktikan bahwa di balik topeng “preman”, masih ada sisi kemanusiaan, tanggung jawab, dan harapan. Beberapa makna yang bisa dipetik:Itulah sebabnya, dialog-dialog Kang Mus masih sering dikutip, dijadikan motivasi, dan dibagikan ulang di media sosial — sebagai pengingat bahwa setiap manusia bisa berubah, serta bahwa kebaikan dan ibadah tak mengenal latar belakang.Epy Kusnandar lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1 Mei 1964 — seorang pemuda yang sejak muda telah menaruh perhatian besar pada dunia seni peran. Minatnya membawa dia menekuni teater, lalu perlahan beralih ke televisi, membuka jalan panjang untuk karier yang kelak membuat namanya dikenal luas.Karier akting Epy dimulai pada pertengahan 1990-an. Sejak debut dalam sinetron, ia terus membangun reputasi hingga mendapatkan peran penting yang melekat di benak publik: karakter Kang Mus dalam serial dan film Preman Pensiun.Lewat Kang Mus, Epy menunjukkan kemampuannya menyulap karakter keras dari jalanan menjadi sosok kompleks — terkadang brutal, tetapi juga membawa hati, empati, dan moralitas. Ia sukses memadukan humor, drama, dan kedalaman emosi, sehingga Kang Mus menjadi ikon tersendiri dalam perfilman dan sinetron Indonesia.Di luar layar kaca, Epy membangun kehidupan rumah tangganya. Ia menikah dengan Karina Ranau pada 27 Juli 2008. Dari pernikahan itu (dan periode sebelumnya), Epy memiliki beberapa anak. Meskipun kehidupan pribadi jarang dipampang glamor, nama Epy tetap populer berkat karier dan karakter yang diperankannya.Pada 3 Desember 2025, dunia hiburan Tanah Air berduka: Epy Kusnandar — aktor serba bisa yang dikenal luas — meninggal dunia di usia 61 tahun. Kepergiannya mengundang rasa kehilangan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan jutaan penonton yang tumbuh bersama karakter Kang Mus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-04 09:43