JAKARTA, - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1 untuk memperkuat permodalan bank kecil menghadapi persaingan ke depan. KBMI 1 mencakup bank dengan modal inti antara Rp 3 triliun hingga Rp 6 triliun.Langkah ini muncul karena persaingan perbankan semakin bergantung pada penguasaan teknologi dan informasi. Modal yang kuat dinilai penting agar bank mampu berinvestasi dalam teknologi untuk melayani nasabah secara digital.Saat ini ada sekitar 38 bank yang masuk kelompok KBMI 1.Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan lembaganya mendorong bank-bank tersebut mulai membahas kemungkinan merger.“Karena dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama saya akan menghapuskan itu (KBMI 1),” kata Dian usai Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah ke-3 Tahun 2025, Selasa .Baca juga: Perkuat Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Gandeng IKA UII Terbitkan Kartu Debit Co-Brand GPNIa menegaskan merger menjadi keniscayaan bagi industri perbankan di negara dengan skala ekonomi besar seperti Indonesia.“Tidak mungkin kalau tidak dilakukan. Jadi merger sudah harus dilakukan,” ujarnya.Meski begitu, OJK tidak akan memaksa bank KBMI 1 melakukan merger segera.“Saya hanya bisa bicara, menganjurkan mereka,” ujar Dian.Menurutnya, masa depan perbankan ditentukan oleh kekuatan sistem teknologi informasi. Bank yang mampu membangun aplikasi digital akan menguasai pasar.“Membangun super app itu, misalnya teknologi yang paling tinggi itu tidak murah. Tidak mungkin dibayar dengan bank yang hanya modal Rp 3-6 triliun, tidak mungkin,” katanya.Baca juga: Kinerja Kuartal III 2025 Bank Sampoerna Ditopang Kredit UMKMIa menambahkan, penguatan modal juga penting untuk menekan risiko serangan siber dan menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.OJK sudah mengirim surat kepada seluruh bank KBMI 1 pada 24 Oktober 2025. Surat tersebut berisi imbauan untuk memperkuat fundamental dan menjajaki potensi konsolidasi.
(prf/ega)
Wacana Penggabungan Bank KBMI I, Perkuat Bisnis Hadapi Persaingan?
2026-01-12 03:35:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:19
| 2026-01-12 03:08
| 2026-01-12 02:44
| 2026-01-12 02:25
| 2026-01-12 01:37










































