Hattrick! KPK Juga OTT di Kalsel Amankan 6 Orang

2026-01-13 11:14:50
Hattrick! KPK Juga OTT di Kalsel Amankan 6 Orang
KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). KPK mengamankan 6 orang dari kegiatan ini."Benar, tim hari ini juga melakukan kegiatan di wilayah Kalsel," kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).Belum dirincikan siapa saja pihak yang diamankan tersebut. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk mengumumkan status para pihak yang terjaring OTT."Sampai saat ini enam orang sudah diamankan. Tim masih di lapangan," sebutnya.Dengan ini, KPK telah mengumumkan 3 OTT pada hari yang sama yakni, Kamis (18/12). Pertama di kawasan Banten dengan 9 orang yang terjaring. Kemudian di Kabupaten Bekasi dengan 10 orang diamankan.Simak juga Video 'Bupati Lamteng Terima Suap Rp 5,75 M, Dipakai Bayar Utang Kampanye':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-13 10:22