NUSANTARA, - Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengukuhkan posisinya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.Momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan penguatan sektor-sektor strategis menjadi pendorong utama optimisme terhadap prospek ekonomi daerah ini.Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim akan tetap solid pada tahun 2026, didukung oleh sejumlah faktor kunci, meskipun beberapa tantangan perlu diantisipasi.Baca juga: Perkembangan Terbaru Istana Wapres di IKN, Tembus 86 PersenPelaksana Harian Kepala BI Kantor Perwakilan Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyampaikan proyeksi yang menjanjikan.Setelah diperkirakan tumbuh pada rentang 4,8-5,6 persen secara tahunan pada 2025, ekonomi Kaltim diproyeksikan akan melanjutkan tren positifnya pada tahun 2026 dengan kisaran pertumbuhan 4,5-5,3 persen."Angka ini menunjukkan ketahanan dan potensi ekspansi ekonomi daerah yang signifikan," ojar Bayuadi, dikutip dari Antara, Minggu .Proyeksi BI Kaltim ini sejalan dengan target ambisius dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kaltim 2026 yang ditetapkan oleh Bappeda, yaitu sebesar 6,60-7,20 persen.Beberapa pilar utama akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun 2026.Di antaranya peningkatan kapasitas industri pengolahan minyak dan gas bumi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai tambah dan ekspor daerah.Baca juga: Mengupas Profil Sembcorp, Investor Kunci PLTS Rp 900 Miliar di IKNKeberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk yang paling menonjol adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), akan terus menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja di sektor konstruksi dan pendukungnya."Pembangunan IKN dan iklim investasi yang kondusif diharapkan akan menarik lebih banyak investasi swasta, baik domestik maupun asing, ke berbagai sektor," imbuh Bayuadi.Sektor agribisnis, khususnya pengolahan minyak kelapa sawit (CPO), serta manufaktur lainnya, diproyeksikan akan meningkat.Demikian halnya dengan potensi penambahan industri hilirisasi baru akan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dari sumber daya alam Kaltim, memperkuat struktur industri daerah.Baca juga: Serapan Anggaran Otorita IKN Baru Rp 4,99 TriliunSelain IKN, proyek-proyek konstruksi lain dari pemerintah daerah dan swasta juga akan terus bergulir, mendorong sektor konstruksi.Di sisi inflasi, BI Kaltim memperkirakan bahwa inflasi akan tetap terjaga dalam sasaran nasional, yaitu 2,5±1 persen.
(prf/ega)
Ekonomi Kaltim Bakal Tumbuh hingga 5,3 Persen, Dipicu IKN dan Migas
2026-01-12 04:23:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:49
| 2026-01-12 04:37
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 04:11
| 2026-01-12 03:47










































