3 Wilayah Indonesia Rawan Gempa Besar karena Masuk Zona Megathrust, Mana Saja?

2026-01-12 03:21:02
3 Wilayah Indonesia Rawan Gempa Besar karena Masuk Zona Megathrust, Mana Saja?
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut dari sejumlah segmen megathrust di Indonesia, tiga di antaranya merupakan zona sumber gempa aktif.Indonesia termasuk negara yang rawan bencana karena kondisi geografis, geologis, dan klimatologis yang sangat kompleks.Wilayah Indonesia juga berada pada pertemuan tiga lempeng aktif utama dunia, sehingga rawan terjadi tumbukan antarlempeng.Atas tumbukan lempeng-lempeng tersebut, maka wilayah Indonesia terdapat 13 segmen megathrust.Baca juga: Ini Daftar Wilayah di Jawa yang Pernah Alami Gempa MegathrustKepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa terdapat zona megathrust di wilayah Mentawai, Selat Sunda, dan Sumba."(Dari 13 segmen) diyakini bahwa megathrust pada nomor 4 di daerah Mentawai, nomor 7 di daerah Selat Sunda, dan nomor 10 di Sumba adalah zona sumber gempa aktif yang belum terjadi gempa besar dalam rentang waktu selama puluhan hingga ratusan tahun," kata Faisal, dikutip dari Kompas.com, Rabu .Baca juga: BMKG Rilis 13 Zona Megathrust di Indonesia, Mana yang Potensi Gempanya Terbesar?Menurut Faisal, diduga kuat tengah terjadi proses akumulasi energi tektonik pada tiga wilayah tersebut.Kondisi tersebut menjadikan wilayah Mentawai, Selat Sunda, dan Sumba berisiko mengalami gempa besar kapan saja."Diduga kuat saat ini sedang terjadi proses akumulasi energi tektonik yang dapat merilis gempa besar sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi," ujarnya.Baca juga: Jakarta Berpotensi Alami Dampak Gempa Megathrust, BMKG: Siapkah Kita?wikimedia.org/KDS4444 Zona subduksi lempeng bumiMegathrust adalah zona penunjaman atau subduksi dengan kedalaman penunjaman kurang dari 50 kilometer.Dilansir dari Kompas.com , zona subduksi terbentuk ketika dua lempeng tektonik bertemu dan salah satu lempeng menyusup ke bawah lempeng lainnya.Zona subduksi ini terbentuk akibat interaksi antara lempeng samudera dan lempeng benua, yang memiliki massa jenis yang berbeda.Baca juga: Rumah Bambu Lebih Tahan Gempa daripada Rumah Beton? Ini Hasil SurveinyaMegathrust terjadi karena hasil proses subduksi tersebut. Lempeng-lempeng bertabrakan menyebabkan terjadinya penumpukan energi yang besar.Energi tersebut kemudian terkumpul, dan ketika energi ini dilepaskan, terciptalah gempa dengan kekuatan yang sangat besar.


(prf/ega)