12 Desa di Tapanuli Utara Masih Terisolir, Logistik Sudah Menipis

2026-01-13 12:54:26
12 Desa di Tapanuli Utara Masih Terisolir, Logistik Sudah Menipis
Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengungkap 12 desa di dua kecamatan Tapanuli Utara masih terisolir total usai dilanda banjir. Dua kecamatan tersebut hingga kini tak memiliki akses jalan, listrik, maupun komunikasi."Jadi ada di Kecamatan Parmonangan ada dua tempat, kemudian di Adiankoting juga ada dua tempat. Dan mereka ini kalau dikumpulkan ada sekitar 12 desa," kata Jonius dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025)."Beberapa desa sama sekali putus kontak. Jalan tidak bisa, listrik padam, komunikasi juga tidak ada. Ini sudah hari kelima kami bekerja bersama TNI dan Polri," lanjutnya.Dua kecamatan yang terdampak paling parah adalah Parmonangan dan Adiankoting, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kerusakan jalan penghubung membuat akses satu-satunya menuju Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan lumpuh."Satu-satunya akses ke Tapanuli Tengah itu dari Taput. Jalan yang sudah dibuka baru sampai kilometer 30 dari total 38 kilometer," jelasnya.Jonius pun menegaskan bahwa kondisi logistik di desa-desa terisolir semakin kritis. Warga hanya bisa ditempuh dengan delapan jam berjalan kaki, sementara bantuan darat tidak memungkinkan untuk masuk."Harapan kami, untuk desa-desa terisolir mohon diberikan bantuan lewat udara. Total ada empat titik, dua di Parmonangan dan dua di Adiankoting. Jika digabungkan itu mencakup sekitar 12 desa," ungkapnya.Sementara itu, Ia juga melaporkan bahwa sekitar 175 rumah hilang atau rusak parah, ditambah 200 rumah lainnya mengalami kerusakan. Pihaknya pun berencana merelokasi permukiman warga ke wilayah perbukitan yang lebih aman."Lokasi permukiman saat ini tidak memungkinkan lagi. Tapi untuk relokasi kami membutuhkan regulasi karena harus menggunakan hutan negara," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-13 12:38