Nusron Wahid Minta Pengembang Stop Beli Sawah untuk Perumahan

2026-01-11 23:19:53
Nusron Wahid Minta Pengembang Stop Beli Sawah untuk Perumahan
-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid meminta pengembang perumahan menghentikan praktik membeli sawah, terutama yang termasuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B.“Saya imbau, kalau pengadaan tanah untuk perumahan kalau bisa jangan beli sawah, terutama yang masuk kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” ujar Nusron di Jakarta, Minggu .Ia menekankan perlunya perubahan pola pengadaan lahan agar selaras dengan agenda ketahanan pangan nasional.Baca juga: Mentan: Pemerintah Bangun Ulang 40.000 Hektar Sawah Rusak karena Banjir SumateraNusron menyebut pesan itu merupakan mandat undang-undang serta keputusan kabinet yang menempatkan perlindungan sawah sebagai prioritas.“Kami dikasih mandat oleh undang-undang dan keputusan kabinet, sawah tidak dialihfungsikan. Kenapa? Ini untuk kepentingan generasi mendatang,” katanya.Indonesia masih menghadapi penyusutan sawah setiap tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2021, luas sawah menyusut 60.000 sampai 80.000 hektare per tahun atau sekitar 165 sampai 220 hektare per hari.Nusron menilai penyusutan ini bisa mengancam ketahanan pangan jika tidak dikendalikan.“Kami ingin menciptakan keseimbangan antara pangan, industri, energi dan perumahan. Semua harus berjalan beriringan,” ujarnya.Baca juga: Ini 5 Pengembang Properti dengan Market Cap Terbesar, Siapa Juaranya?Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN kini mempercepat penetapan LP2B untuk menekan laju alih fungsi sawah.LP2B merupakan lahan pertanian yang ditetapkan pemerintah untuk dipertahankan sebagai sawah dan tidak boleh dialihkan.Penetapan LP2B berasal dari total Lahan Baku Sawah, sebagian di antaranya berstatus Lahan Sawah Dilindungi dengan perlindungan hukum yang lebih kuat.


(prf/ega)