40 Ton Beras Ilegal Dibongkar Mentan Amran, Wali Kota Batam: Ini Momentum Lindungi Petani

2026-02-03 04:09:54
40 Ton Beras Ilegal Dibongkar Mentan Amran, Wali Kota Batam: Ini Momentum Lindungi Petani
BATAM, - Walikota Batam Amsakar Achmad akan berfokus pada arahan untuk swasembada pangan pasca pengungkapan beras ilegal 40 ton di Batam.Hal ini disampaikan usai menenui Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman di kediaman Amran pada Rabu .Amsakar menegaskan akan menindaklanjuti permintaan dari Mentan RI agar Pemerintah Daerah (Pemda) kembali kepada arahan Presiden terkait swasembada pangan.Baca juga: Mentan Amran “Disowani” Walkot Sabang-Batam, Beri Solusi PermanenArahan yang disampaikan Mentan Arman, berhubungan dengan pengungkapan tiga unit kapal pengangkut sembako yang diamankan Kodim 0316/Batam, Senin lalu.Lokasinya berada di salah satu pelabuhan rakyat yang berada di wilayah Tanjung Sengkuang, Batuampar, Batam, Kepulauan Riau.Paska pertemuan tersebut, Amsakar menekankan daerah dianggap perlu mempercepat swasembada pangan agar tidak lagi bergantung pada barang-barang yang masuk dari luar.Baca juga: Wali Kota Sabang dan Batam Datangi Mentan Amran Jam 6 Pagi, Bahas Apa?Apalagi barang yang tidak jelas legalitasnya. "Ini momentum memperkuat kebijakan nasional dalam melindungi petani," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu sore.Upaya untuk ketahanan pangan harus diikuti semua level pemerintahan.Baca juga: Mentrans Komitmen Hadirkan Solusi Terbaik bagi Masyarakat Batam, Rempang, dan GalangHarapannya, swasembada pangan tidak dipengaruhi oleh barang luar, temuan hari ini harus ditindaklanjuti tegas sesuai regulasi. Sebagai pemimpin di Batam, Amsakar juga menerangkan bahwa Batam tidak memiliki wilayah pertanian.Namun demikian Batam menurutnya masih diberi ruang dan memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi dari sektor produksi pangan khususnya palawija. Setelah mendapat penjelasan tersebut, Menteri Pertanian menyatakan dukungan penuh dan meminta Batam segera mengajukan kebutuhan alat dan sarana produksi."Walaupun Kawasan Barelang bukan kawasan pertanian, tapi palawija seperti jagung dan cabai serta sayuran bisa dihasilkan," katanya.Sehingga support traktor, bibit, dan pupuk juga dibutuhkan di Batam.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-03 02:48