- Hari kedua banjir yang belum juga surut di Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon.Genangan air setinggi betis hingga dada orang dewasa masih merendam permukiman warga. Di balik kondisi tersebut, persoalan kesehatan mulai muncul dan dirasakan oleh warga yang terpaksa bertahan di rumah masing-masing.Pada Senin siang, suasana Posko Kesehatan Mobile di Blok 1 Desa Panguragan Kulon tampak ramai.Baca juga: Banjir Sambut Momen Kelahiran, Kisah Ibu Jaga Bayinya di Tengah Genangan Air CirebonSejumlah warga, mayoritas ibu-ibu, mendatangi posko tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.Dengan kaki masih basah dan sebagian hanya mengenakan sandal seadanya, warga mengantre sambil menahan rasa gatal dan tidak nyaman yang dirasakan sejak banjir datang.Keluhan paling banyak disampaikan warga adalah rasa gatal hebat di kaki dan tangan. Air banjir yang kotor dan tidak kunjung surut memicu munculnya penyakit kulit, seperti jamur dan kutu air.Kondisi ini semakin diperparah karena sebagian wilayah pemukiman masih terendam air setinggi 70 sentimeter hingga satu meter.Muniroh (58), warga Panguragan Kulon, mengaku sudah dua hari merasakan gatal-gatal di kaki dan tangannya. Ia mengatakan, kondisi banjir membuat penyakitnya sulit sembuh.Baca juga: Banjir Rendam SD di Cirebon, 315 Siswa Diliburkan“Ini kaki dan tangan gatal-gatal udah dua hari kemarin. Masih banjir ini rumah, masih kelem,” ujar Muniroh saat ditemui di posko kesehatan, Senin .Ia menyebut, keluhan serupa dialami banyak warga di lingkungannya.“Yang dikeluhkan gatal-gatal. Ya banyak (warga) yang gatal-gatal,” ucapnya.Muniroh mengaku sudah mendapatkan obat dari petugas kesehatan, namun tetap khawatir karena kondisi rumahnya belum memungkinkan untuk hidup bersih.“Ini obat dari puskesmas, obat gatal dikasih. Ya bantuan uang sini, makanan. Belum datang bantuan pemerintah,” jelas dia.Baca juga: Cerita Perantau Tangerang Pulang ke Cirebon, Ingat istri dan Anak yang Terendam BanjirPetugas Kesehatan Puskesmas Panguragan, Slamet Raharjo, menjelaskan bahwa penyakit gatal yang dialami warga umumnya disebabkan oleh jamur akibat kaki terlalu lama terendam air banjir.“Selain itu gatal-gatal karena jamur, kalau bahasa Jawanya rangen. Titik gatalnya kebanyakan di kaki karena terdampak banjir, sehingga jari-jari kakinya banyak jamur,” ucap Slamet.
(prf/ega)
Banjir Cirebon Tak Kunjung Surut, Gangguan Kesehatan Mulai Menghantui Warga
2026-01-12 10:58:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:42
| 2026-01-12 10:35
| 2026-01-12 09:41
| 2026-01-12 08:54










































