Penampakan Molotov Disita Polda Metro dari Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

2026-02-02 03:01:50
Penampakan Molotov Disita Polda Metro dari Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh
Polda Metro Jaya menangkap tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM karena diduga melakukan penghasutan dan merencanakan kerusuhan di Jakarta pada Desember ini. Polisi menyita enam bom molotov yang diduga hendak digunakan saat kerusuhan."Diamankan beberapa barang bukti bom molotov yang nanti akan digunakan untuk membuat kerusuhan di wilayah DKI Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam jumlah pers, Senin (8/12/2025).Selain molotov, polisi menyita ponsel milik para tersangka yang digunakan untuk melakukan penghasutan hingga masker gas respirator. Hasutan itu diduga dilakukan melalui akun media sosial Instagram."Ini dapat membahayakan keselamatan, kenyamanan, ketertiban masyarakat yang ada. Di sini, Polda Metro Jaya hadir dalam upaya penegakan hukum, menjaga keteraturan sosial, sehingga tindakan-tindakan ini dilakukan. Gunanya adalah untuk menciptakan rasa aman dan tertib di wilayah hukum Polda Metro Jaya," jelasnya.Kasus ini terungkap berdasarkan patroli Direktorat Siber Polda Metro Jaya lalu ditindaklanjuti oleh Satgas Penegakan Hukum. Para tersangka diduga merencanakan dan mengajak untuk melakukan kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta bulan ini.Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus mengatakan para tersangka ditangkap di tiga wilayah, yakni di Jakarta Pusat, Bekasi, dan Bandung."Rencana untuk membuat rusuh, ada beberapa molotov yang disiapkan untuk tujuan tersebut," kata AKBP Fian.Lihat Video 'Viral! Remaja Bawa Sajam-Molotov di Depok, Diduga Mau Tawuran':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 01:54