Menteri P2MI Dorong Brain Circulation Lewat Program Pemberdayaan Purna PMI

2026-02-02 09:05:12
Menteri P2MI Dorong Brain Circulation Lewat Program Pemberdayaan Purna PMI
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menekankan pentingnya konsep brain circulation atau sirkulasi talenta bagi pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan kontrak kerja di luar negeri.Mukhtarudin menyatakan purna pekerja migran yang kembali ke Tanah Air setelah masa kontrak berakhir berpotensi untuk menerapkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri."Pekerja migran kan pejuang ekonomi keluarga dan pembangunan bangsa. Setelah kontrak selesai, mereka bisa kembali ke Indonesia untuk berbagi ilmu, menjadi tenaga ahli, atau bahkan berwirausaha," tutur Mukhtarudin dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025)."Tapi kemudian kembali atau tetap berkontribusi bagi negara asal, menciptakan aliran dua arah talenta yang saling menguntungkan," imbuh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia tersebut.Adapun brain circulation merupakan pergerakan melingkar tenaga kerja terampil antarnegara, di mana para profesional memperoleh pengalaman internasionalMukhtarudin menjelaskan konsep brain circulation bertujuan mencegah brain drain permanen dan mengubahnya menjadi brain gain bagi Indonesia."Dengan pengalaman kerja di negara maju, purna pekerja migran dapat mentransfer teknologi, keterampilan, dan inovasi ke dalam negeri, sehingga mendukung visi Indonesia Emas 2045," ungkap Mukhtarudin.Untuk mewujudkan hal tersebut, Mukhtarudin menegaskan KP2MI terus menyiapkan program pemberdayaan khusus bagi purna pekerja migran. Program ini mencakup pelatihan kewirausahaan, fasilitasi akses modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), reintegrasi sosial-ekonomi, serta pendampingan untuk memanfaatkan remitansi secara produktif."KP2MI berkomitmen memberikan dukungan dari hulu hingga hilir. Bagi purna pekerja migran, kami sediakan program pemberdayaan agar mereka tidak hanya pulang dengan tabungan, tapi juga dengan bekal untuk mandiri, membuka usaha, menciptakan lapangan kerja, atau berkontribusi di sektor industri dalam negeri," lanjutnya..Langkah ini, menurut Mukhtarudin, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan keterampilan Pekerja Migran menjadi middle hingga high-skill.Pada akhir tahun 2025, KP2MI juga memperkuat sinergi dengan kementerian lain untuk memastikan purna Pekerja Migran dapat berkontribusi maksimal bagi pembangunan nasional.Mukhtarudin pun mengajak seluruh purna pekerja migran untuk memanfaatkan program ini, serta masyarakat untuk mendukung reintegrasi mereka."Mari kita jadikan pengalaman luar negeri sebagai modal sirkulasi talenta yang memperkuat Indonesia," pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-02 07:49