Bibit Siklon di Utara RI Punah, Tersisa 1 di Barat Bengkulu-Lampung

2026-02-04 09:17:13
Bibit Siklon di Utara RI Punah, Tersisa 1 di Barat Bengkulu-Lampung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan Bibit Siklon Tropis 93W di sebelah utara Indonesia sudah punah. Saat ini tersisa Bibit Siklon Tropis 91S di sebelah barat Bengkulu hingga Lampung."Sejak Senin, 8 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, bibit siklon tersebut telah punah dan tidak menunjukkan indikasi untuk berkembang menjadi siklon tropis," demikian keterangan BMKG, Senin (8/12/2025).Berdasarkan pemantauan per pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93W yang sebelumnya terdeteksi di wilayah Samudera Pasifik Utara sejak 28 November 2025, kini telah dinyatakan tidak aktif. Pelemahan sistem ini disebabkan oleh berkurangnya dukungan parameter atmosferik, seperti kecepatan angin yang tidak lagi signifikan.Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 91S saat ini kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1008 hPa. Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada Minggu (7/12) di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung."Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori rendah," kata BMKG.BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Berikut dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan hingga Selasa (9/12) pukul 19.00 WIB:- Hujan sedang hingga lebat: Bengkulu, Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung- Gelombang Laut Tinggi hingga 2,5 meter (Moderate Sea) di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung dan Samudra Hindia selatan BantenSimak juga Video 'BMKG Sebut Hujan Bulanan Turun dalam Sehari di Sumatera':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-04 08:57