JAKARTA, - Pernah nggak sih, nemu crush online yang menurut kita tuh tipe kita banget?Udah dibikin baper, senyam-senyum sendiri, eh tapi ternyata dia malah ngilang abis minta pulsa, e-wallet, bahkan tiket bola padahal di awal bilangnya ‘nanti aku ganti’?Ngeri banget nggak sih? Kalau pernah kejadian, welcome to the club! Selamat datang di dunia love scam. Tempat di mana perhatian manis cuma kedok semata, dan yang jadi korban bukan cuma hati tapi juga isi dompet!Modusnya smooth banget, dibungkus rayuan yang bikin kita klepek-klepek, dan banyak Gen Z yang nggak sadar kalau ternyata mereka masuk jebakan batman.Pelakunya hilang, uang raib, dan akhirnya perasaan pun turut dikorbankan.Baca juga: Modus Baru Penipuan Love Scam, Begini SkemanyaFenomena love scam ini makin marak karena hidup anak muda sekarang memang banyak terjadi di dunia digital. Ketemu di dating apps, lanjut chat seru, ngerasa cocok, muncul chemistry online dan di momen itu pelaku mulai beraksi.Biasanya dari minta hal kecil dulu, pakai alasan yang bikin luluh, sampai akhirnya korban ngirim uang atau sesuatu tanpa sadar ia masuk jebakan batman alias ia ditipu.Padahal, ini termasuk penipuan berbasis teknologi yang istilahnya adalah computer-related crime.Menurut pakar hukum pidana Universitas Trisakti Albert Aries, love scam bukan sekadar heartbreak ala Gen Z, tapi tindak pidana serius.Baca juga: Tips Hindari Penipuan Digital Love ScamPelaku memakai pakai foto palsu, nama palsu, dan serangkaian kebohongan untuk bikin orang lain ngasih uang, sudah memenuhi unsur Pasal 378 KUHP tentang penipuan.“Korban sebenarnya punya hak penuh untuk membuat laporan ke polisi. Secara prosedur KUHAP, laporan itu akan masuk tahap penyelidikan, lalu penyidikan jika terbukti ada peristiwa pidana,” kata Albert menjelaskan.Secara prosedur KUHAP, laporan akan diproses dari penyelidikan ke penyidikan kalau bukti-buktinya kuat.Baca juga: Hati-hati, Sikap Tidak Enakan Rentan Jadi Sasaran Pelaku Love ScamHistory chat, mutasi rekening, dan keterangan korban saja sudah cukup untuk memulai proses hukum, asalkan pelakunya masih berada di wilayah Indonesia.Banyak kasus love scam makin sulit dibereskan karena pelakunya sering bersembunyi di luar negeri atau memakai identitas palsu.Polisi Indonesia nggak bisa asal nangkap orang di negara lain karena ada batas yurisdiksi.
(prf/ega)
Dikasih Janji, Diambil Uangnya : Apa yang KUHAP Bisa Lakukan Untuk Korban Love Scam?
2026-01-11 23:18:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:18
| 2026-01-11 21:34
| 2026-01-11 20:56
| 2026-01-11 20:49










































