Spesies Rayap Baru Ditemukan, Dinamai Moby Dick

2026-01-11 03:24:52
Spesies Rayap Baru Ditemukan, Dinamai Moby Dick
- Penemuan unik dari kanopi hutan hujan Amerika Selatan baru saja mengguncang dunia ilmiah. Seekor rayap mungil membuat tim ilmuwan internasional terpukau karena memiliki ciri-ciri mirip paus sperma—ikon dalam novel klasik Moby Dick karya Herman Melville.Spesies baru ini diberi nama Cryptotermes mobydicki, merujuk pada kemiripan bentuk kepalanya dengan mamalia laut raksasa tersebut. Hasil penelitian lengkapnya telah dipublikasikan di jurnal ZooKeys.Baca juga: Bagaimana Rayap Membangun Sarang Raksasanya?Rayap prajurit ini ditemukan di ketinggian sekitar delapan meter dari lantai hutan, bersarang di dalam batang pohon mati. Bentuk kepalanya yang memanjang serta rahang tersembunyi membuatnya segera menarik perhatian para peneliti.“Rayap ini ungguh unik dan tidak seperti yang pernah kita lihat sebelumnya,” ujar Rudolf Scheffrahn, profesor entomologi UF/IFAS.Scheffrahn menjelaskan bahwa tampak samping dari kepala rayap ini mengejutkan mirip dengan kepala paus sperma. Bahkan posisi “mata” paus disejajarkan dengan letak soket antena pada rayap.“Sisi lateral dari tonjolan frontal dan kepala memanjang prajurit rayap ini menyerupai kepala paus sperma,” kata Scheffrahn.Ia menambahkan bahwa kesamaan posisi antara mata paus dan antena rayap membuat nama mobydicki terasa tepat sekaligus jenaka—mirip penamaan seperti “ghost orchid” atau “Dumbo octopus”.Baca juga: Mengapa Paus Sperma Dinamakan Seperti Itu?Penemuan Cryptotermes mobydicki menambah jumlah spesies rayap Cryptotermes di Amerika Selatan menjadi 16 spesies. Analisis pohon kekerabatan menunjukkan bahwa spesies ini dekat dengan rayap-rayap neotropis lain yang ditemukan di Kolombia, Trinidad, dan Republik Dominika.Temuan ini memberi petunjuk baru tentang perjalanan evolusi genus Cryptotermes, yang telah menyebar ke berbagai wilayah dunia. Bagi ilmuwan, penemuan spesies baru seperti ini menunjukkan betapa luasnya keragaman hayati yang masih belum terungkap, terutama di ekosistem tropis.“Penemuan ini mengungkap banyaknya organisme yang belum diberi nama yang belum ditemukan di planet kita,” ujar Scheffrahn.Dengan hanya sekitar 3.000 spesies rayap yang diketahui secara global, setiap spesies baru membawa wawasan penting tentang kehidupan di Bumi.Baca juga: Morfologi dan Keunikan Paus SpermaMeski termasuk rayap kayu kering, Cryptotermes mobydicki tidak menimbulkan ancaman bagi rumah-rumah. Spesies ini hanya hidup di habitat alaminya di hutan hujan dan tidak menyebar ke wilayah lain seperti halnya beberapa rayap invasif penyebab kerusakan properti di Amerika Serikat bagian tenggara.Dengan kata lain, penemuan ini menjadi berita gembira: penting bagi ilmu pengetahuan, aman bagi pemilik rumah.Keunikan anatomi rayap mungil ini kembali menunjukkan bahwa hutan tropis masih menyimpan banyak kejutan. Dari makhluk-makhluk kecil seperti Cryptotermes mobydicki, ilmuwan belajar bagaimana evolusi dapat menghasilkan bentuk-bentuk hidup yang tak terduga—bahkan yang mengingatkan kita pada legenda sastra klasik.


(prf/ega)