Pengamat Malaysia Kritik Usulan Indonesia Ajak Australia dan Selandia Baru di SEA Games

2026-02-04 17:56:34
Pengamat Malaysia Kritik Usulan Indonesia Ajak Australia dan Selandia Baru di SEA Games
KUALA LUMPUR, – Usulan Indonesia untuk memperluas format SEA Games dengan melibatkan negara-negara di luar Asia Tenggara, termasuk Australia dan Selandia Baru, menuai kritik di Malaysia.Gagasan yang dijuluki “SEA Games Plus” itu dinilai berpotensi mengubah karakter ajang olahraga dua tahunan tersebut.Terlebih, konsep itu belum dibahas secara menyeluruh di tingkat regional.Baca juga: Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Jadi Peserta SEA GamesKomite Olimpiade Indonesia (NOC) mengusulkan agar SEA Games ke depan tidak hanya diikuti negara-negara Asia Tenggara.Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara untuk memperluas cakupan ajang tersebut.“Kami sedang berkomunikasi dengan beberapa negara untuk mulai memperluas SEA Games,” kata Raja Sapta Oktohari dalam pertemuan di kantor pusat NOC pada Kamis , seperti dilaporkan VN Express.Ia menambahkan, selain 11 negara Asia Tenggara, beberapa negara lain berpeluang ikut serta.“Selain 11 negara Asia Tenggara, Bhutan dan beberapa negara Oseania seperti Selandia Baru, Australia, dan Fiji dapat ambil bagian,” ujarnya.Jika disetujui, ajang bertajuk SEA Games Plus itu direncanakan kali pertama digelar di Filipina pada 2028, setahun setelah SEA Games ke-34 di Malaysia, dan akan diselenggarakan terpisah dari SEA Games dua tahunan yang selama ini berlangsung.Usulan tersebut mendapat sorotan dari pengamat olahraga Malaysia, Pekan Ramli.Ia menilai negara-negara Asia Tenggara baru saja mencapai stabilitas dalam struktur SEA Games, termasuk kesepakatan bersama untuk memprioritaskan cabang olahraga berstandar Olimpiade.“Kami tidak menolaknya, tetapi apa sebenarnya tujuannya?” ujar Pekan.“Jika idenya hanya untuk membuat ajang ini lebih besar tanpa tujuan pengembangan yang jelas, lalu apa gunanya? Itu hanya akan menciptakan kebingungan,” lanjutnya.Menurut Pekan, kawasan Asia Tenggara telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membahas cara memperkuat SEA Games dan akhirnya mencapai konsensus terkait reformasi guna meningkatkan daya saing sekaligus menjaga identitas ajang tersebut.“Kita seharusnya fokus membenahi SEA Games yang sudah ada,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 17:56