OJK Bongkar 155 Kasus di Pasar Modal, Mayoritas Soal Perdagangan Saham

2026-02-02 16:24:39
OJK Bongkar 155 Kasus di Pasar Modal, Mayoritas Soal Perdagangan Saham
JAKARTA, - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggencarkan “bersih-bersih” di pasar modal. Sepanjang 2025, OJK melakukan pemeriksaan 155 kasus yang diduga mengganggu integritas perdagangan saham, mayoritas alias 116 di antaranya terkait perdagangan saham. Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, menyebut dari total kasus tersebut, sebanyak 69 kasus telah diselesaikan, sementara 86 kasus lainnya masih dalam proses pemeriksaan.Baca juga: Libur Bursa Desember 2025: Bursa Saham Libur Sampai Kapan?PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham. Libur bursa saham Desember 2025. Hari libur bursa Desember 2025. Jadwal libur bursa Desember 2025. Tanggal libur bursa Desember 2025.Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa praktik-praktik yang menyimpang dari prinsip pasar yang teratur, wajar, dan efisien masih terjadi di pasar modal, sehingga memerlukan upaya penindakan yang berkelanjutan dan konsisten agar integritas pasar tetap terjaga, serta kepercayaan investor tidak tergerus.“Kondisi ini menegaskan bahwa praktek-praktek yang tidak sejalan dengan prinsip pasar yang teratur, wajar, dan efisien masih perlu diberantas secara konsisten," ujar Eddy saat konferensi persnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa .Upaya penegakan hukum ini sejalan dengan arahan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yang meminta seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) memperkuat pengawasan dan membenahi pasar modal dari praktik goreng saham.Ia memastikan setiap bentuk praktik manipulatif, baik melalui transaksi semu maupun pola perdagangan yang merugikan investor, terutama investor ritel, tidak akan diberi ruang di pasar modal. Bahkan bakal ditindak secara serius.Baca juga: Lepas dari Jerat PKPU, Kapan Suspensi Saham PP Properti (PPRO) Dibuka BEI?"OJK menegaskan tidak akan mentoleransi praktek manipulatif transaksi semu, maupun pola perdagangan yang merugikan investor, khususnya investor retail," paparnya.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.Lebih jauh, OJK juga menjatuhkan berbagai sanksi administratif sepanjang 2025. Terdapat 120 sanksi administratif untuk pelanggaran di pasar modal, 1.180 sanksi administratif atas keterlambatan penyampaian laporan, serta 65 sanksi administratif lain yang bersifat non-kasus.Di lain sisi, maraknya serangan siber di industri pasar modal mendorong otoritas dan pengelola bursa memperkuat pertahanan dari hulu ke hilir. Baca juga: Terancam Delisting, Keramika Indonesia (KIAS) Bakal Divestasi SahamTidak hanya sistem dan regulasi, kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga literasi keamanan investor kini menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan, penguatan keamanan siber pasar modal dimulai dari anggota bursa. BEI bersama komponen lain dalam Self Regulatory Organization (SRO) telah menerbitkan surat keputusan (SK) bersama yang mengatur penguatan cyber security alias keamanan siber bagi pelaku pasar modal. “Dari sisi bursa mungkin yang paling kita juga tekankan, ya tadi kan sampaikan samping investor. Tadi juga adalah bawa dari sisi anggota bursanya,” ucap Iman.Baca juga: Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Dilepas Investor Jelang Akhir Tahun


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-02 16:06