Hasil Drawing Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Jumpa Irak dan Korea Selatan

2026-02-03 18:23:56
Hasil Drawing Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Jumpa Irak dan Korea Selatan
- Timnas Futsal Indonesia akan tergabung di grup A bersama Irak, Kirgistan, dan Korea Selatan pada Piala Asia Futsal 2026.Drawing Piala Asia Futsal 2026 berlangsung di MNC Conference Hall, Jakarta, pada Rabu siang WIB.Adapun Piala Asia Futsal 2026 akan digelar di Jakarta, Indonesia pada 27 Januari sampai 7 Februari 2026.Baca juga: Drawing Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Aman dari Jepang dan IranIndonesia menjadi tuan rumah untuk kali kedua dalam sejarah setelah terakhir pada edisi 2002 lalu.Gelaran Piala Asia Futsal 2026 akan diikuti oleh 16 tim terbaik Asia yang sebelumnya lolos lewat babak kualifikasi.Sementara itu, Timnas Futsal Indonesia sudah memastikan diri lolos sebagai tuan rumah sehingga tidak perlu mengikuti jalur kualifikasi.Baca juga: Laga Timnas Futsal Indonesia Vs Australia Pecahkan Rekor PenontonProses undian ini didasarkan pada penempatan unggulan atau pot yang ditentukan oleh peringkat Dunia Futsal Putra FIFA terbaru per 29 Agustus 2025.Sebagai tuan rumah, Timnas Futsal Indonesia akan otomatis berada di pot 1 bersama raksasa Asia lain yaitu Iran, Jepang, dan Thailand.Timnas Futsal Indonesia telah tampil sebanyak 9 kali dan akan menggenapinya menjadi 10 pada edisi 2026 nanti.Timnas Futsal Indonesia pernah berpartisipasi di tahun 2002, 2023, 2004, 2005, 2006, 2008, 2009, 2010, 2012, 2014, dan 2022.Prestasi terbaik skuad Garuda terjadi di Piala Asia Futsal 2022 lalu saat mampu mencapai babak perempat final.Baca juga: Alasan Australia jadi Lawan Uji Coba Timnas Futsal IndonesiaPada saat itu, Timnas Futsal yang diasuh oleh Mohammad Hashemzadeh harus mengalami kekalahan dramatis melawan Jepang dengan skor 3-2.Usai gemilang di Piala Asia Futsal 2022, performa Garuda justru melempem di edisi berikutnya lantaran tak lolos babak putaran final.Pada saat itu skuad Garuda yang diasuh eks pelatih Timnas Brasil, Marcos Sorato hancur lebur di babak kualifikasi usai hanya mampu meraih 1 kemenangan, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah./Pratama Yudha Suasana pertandingan Timnas Futsal Indonesia vs Australia di Indonesia Arena, JakartaGrup AGrup B Baca juga: Tinjau Timnas Futsal Indonesia, CdM SEA Games 2025 Harap Samai Prestasi di Piala AFF 2024Grup C Grup D 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-03 17:05