BPS Jateng Gelar Survei Dampak MBG, Ini Tujuannya

2026-01-11 15:17:55
BPS Jateng Gelar Survei Dampak MBG, Ini Tujuannya
SEMARANG, – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah telah memulai survei untuk mengukur dampak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).Survei ini melibatkan pengambilan sampel sebanyak 611 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 35 kabupaten/kota.Tim Analisis Ekonomi BPS Jateng, Didik Nursetyohadi, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan dalam kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan dianggap penting untuk mengevaluasi efektivitas program unggulan Presiden Prabowo Subianto.Baca juga: Kasus Keracunan MBG Terulang di Bandung Barat, 13 Siswa SMP Dilarikan ke PuskesmasSurvei di Jawa Tengah dimulai pada 27 Oktober dan akan berlangsung hingga 14 November 2025.“Tentunya survei ini untuk melihat dampak dari pelaksanaan MBG. Saat ini sudah mulai pendataannya. Nanti hasilnya kita serahkan ke BGN. (Bakal dirilis ke publik?) itu nanti hak BGN bagaimana,” kata Didik saat dikonfirmasi pada Selasa .Pada bulan Oktober 2025, tercatat ada 1.855 unit SPPG di Jawa Tengah, di mana 546 di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).Baca juga: Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Guru Ungkap Paket Makanan Datang TelatNamun, BPS Jateng hanya mengambil sampel dari 611 SPPG.“Sampel kita ambil secara metode statistik. Dalam artian, tidak harus semuanya kita data. Karena dengan sedikit sampel, bisa menggambarkan secara menyeluruh,” lanjutnya.Selain itu, survei ini juga mencakup para suplier SPPG dan penerima manfaat untuk mengetahui dampak MBG terhadap rumah tangga, ekonomi, dan penyerapan tenaga kerja.


(prf/ega)