3 Orangutan Dilepasliar ke TN Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat

2026-01-12 06:36:53
3 Orangutan Dilepasliar ke TN Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat
- Tiga orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Badul, Korwas, dan Asoka dilepasliar ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR), Resort Mentatai, Menukung, Melawi, Kalimantan Barat.Pelepasliaran dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai TNBBBR, serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).Baca juga: “Setiap orangutan yang kami lepasliarkan telah melewati rangkaian pemeriksaan kesehatan yang ketat dan rutin selama masa rehabilitasi," kata Manager Animal Management YIARI, Andini Nurillah dalam keterangannya, Minggu ."Badul, Korwas, dan Asoka menunjukkan kondisi fisik yang baik, kesehatan yang stabil, serta perilaku yang mendukung keberhasilan hidup di alam liar,” imbuh dia.Adapun lokasi itu dipilih lantaran masih memiliki tutupan hutan, banyaknya sumber makanan, serta tekanan manusia yang relatif rendah.Pihaknya menilai, kawasan ini juga aman bagi orangutan karena berstatus kawasan konservasi yang mendapat pengawasan rutin melalui patroli Balai TNBBBR.ANTARA/HO-Kemenhut Kegiatan ekspedisi keanekaragaman hayati pada Juni 2024 yang difasilitasi oleh Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) yang berhasil menemukan dua spesies tumbuhan baru dari marga Begonia yang dinamai Begonia bukitrayaensis dan Begonia kalimantana. Ketiga orangutan tersebut sudah menjalani pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, penimbangan bobot badan rutin, dan verifikasi identitas satwa melalui microchip.Setelah pelepasliaran, tim gabungan YIARI dan BTNBBBR bakal memantau kondisi ketiganya guna memastikan proses adaptasi berjalan baik.Pemantauan mencakup kemampuan individu menemukan pakan, membuat sarang, dan mempertahankan perilaku liar di lingkungan barunya.Orangutan dikenal sebagai penyebar biji dan pembuka ruang bagi tumbuhan hutan. Dengan demikian, penambahan individu orangutan di kawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat populasi satwa dilindungi dalam jangka panjang, sekaligus menjaga kelestarian hutan di TNBBBR.Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menyatakan, pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi YIARI di Ketapang ke TN Bukit Baka Bukit Raya, tidak hanya sekedar memindahkannya dari pusat rehabilitasi ke habitat asli, tapi juga komitmen semua pihak terhadap konservasi keanekaragaman hayati khususnya orangutan yang dilindungi."Pelepasliaran ini memberikan kesempatan untuk Badul, Korwas, dan Asoka untuk hidup dan beraktivitas di alam bebas. Semoga mereka hidup sejahtera dan berkembangbiak sehingga menambah populasi orangutan kalimantan," tutur Murlan.Baca juga: 


(prf/ega)