JAKARTA, - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani membantah tuduhan dari Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi soal penggunaan ijazah palsu.Dalam konferensi pers pada Senin , Arsul Sani menunjukkan ijazah asli hingga foto wisuda pencapaian gelar doktoralnya.Eks Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga bercerita disertasi yang ditulisnya untuk memperoleh gelar doktoralnya. Gelar doktor ini ia dapatkan dari Collegium Humanum atau Warsawa Management University.“Saya menulis disertasi yang berjudul ‘Reexamining The Considerations of National Security Interest and Human Rights Protection in Counterterrorism Legal Policy: A Case Study on Indonesia with Focus on Post-Bali Bombings Development. Disertasinya ada ini,” ujar Arsul dalam konferensi pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin .Baca juga: Ijazah Doktor Dituduh Palsu, Arsul Sani Bongkar Perjalanan Studinya dari Skotlandia ke PolandiaArsul juga menunjukkan sejumlah foto wisudanya yang dihadiri oleh sang istri serta Duta Besar Indonesia untuk Polandia saat itu, Anita Lidya Luhulima.Saat itu ia juga langsung meminta legalisasi ijazah karena harus segera pulang ke Indonesia.“Di sana diberikan ijazah asli itu. Kemudian, setelah selesai wisuda karena saya dalam 2-3 hari itu mau balik ke Indonesia, maka ijazah itu saya copy, malah dibantu copy oleh KBRI dan kemudian saya legalisasi. Ini asli dari KBRI dari Warsawa,” kata Arsul Sani.Lantas, bagaimana rekam jejak pendidikan Arsul Sani yang dituduh menggunakan ijazah palsu? Berikut rangkumannya dari Kompas.com:Baca juga: Hakim MK Arsul Sani Tak Akan Laporkan Penuduh Ijazah Palsu ke BareskrimDokumentasi Betran Sulani. Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi melaporkan Hakim Konstitusi Arsul Sani ke Bareskrim Polri terkait dugaan penggunaan ijazah doktor palsu, pada Jumat .Arsul Sani merupakan pria kelahiran pada 8 Januari 1964 yang lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) pada 1987.Setelah itu, Arsul menempuh graduate diploma on Advance Comparative Law – the Common Law di University of Technology Sydney (UTS).Saat menempuh jenjang pendidikan tersebut, Arsul sambil bekerja sebagai visiting lawyer di Dunhil, Madden, Butler, sebuah law firm besar di Sydney, Australia, pada 1993-1994.Pada 1997, Arsul juga mengenyam pendidikan di Industrial Property Management di Japan Institute of Invention (JII), Tokyo. Pendidikan tersebut ditempuh Arsul dengan beasiswa AOTS-Japan.Baca juga: Profil Arsul Sani, Hakim MK yang Diadukan soal Dugaan Ijazah PalsuPada 2006, Arsul Sani menyelesaikan graduate certificate module dari University of Cambridge, Inggris, untuk mata kuliah Managing the Information and the Market.Setahun kemudian pada 2007, ia meraih gelar magister bidang corporate communication dari London School of Public Relations (LSPR) Jakarta.Kemudian pada 2009, Arsul kembali menambah kompetensinya dengan menuntaskan fellowship arbitration courses di Inggris. Sepanjang kariernya, ia pernah menjadi anggota Chartered Institute of Arbitrators (CIArb) London, Singapore Institute of Arbitrators (SIArb), serta International Bar Association (IBA).Baca juga: Hakim MK Arsul Sani Tak Akan Laporkan Penuduh Ijazah Palsu ke Bareskrim Arsul Sani sempat menempuh program doktoral di bidang justice, policy, and welfare studies di Glasgow School for Business and Society, Glasgow Caledonian University (GCU), Skotlandia. Namun, studi tersebut tidak dilanjutkannya.Terakhir, Arsul Sani melanjutkan pendidikan tingkat doktor di Collegium Humanum, Warsawa, Polandia, dan berhasil meraih gelar Doktor Hukum (Doctor of Laws) dengan predikat cumlaude pada 2023.
(prf/ega)
Rekam Pendidikan Hakim MK Arsul Sani yang Dituduh Ijazah Palsu: Dari UI hingga Polandia
2026-01-12 09:13:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:54
| 2026-01-12 08:29
| 2026-01-12 07:48
| 2026-01-12 07:32










































