TAKENGON, - Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, yang terdiri dari lima kampung di Kecamatan Linge, Aceh Tengah membuat rakit dari drum untuk menyebrangi sungai setelah bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan itu pada 26 November 2026.Kelima kampung itu adalah kampung Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, reje payung, dan Kampung linge, yang berjarak 2-3 jam dari Takengon, ibu kota Aceh Tengah.Ibu hamil dan anak-anak tak punya moda transportasi lain untuk menyeberang ke kampung tetangga selain dengan rakit drum. Alat transportasi darurat itu juga dibuat untuk mengangkut beberapa jenis barang, termasuk sepeda motor.“Jadi alat transportasi ini, menuju kemukiman Wih Dusun Jamat, begitu juga sebaliknya, ketika ada masyarakat yang ingin mendapat pertolongan dari sana maka mereka harus bertaruh nyawa untuk melintasinya,” kata warga, Badri, melalui pesan singkat, Minggu .Baca juga: Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana: Disindir Prabowo, Disuruh Pulang MendagriMenurut Badri, jalur tersebut merupakan satu-satunya penghubung ke Kampung Owaq, Kecamatan Linge, sebab Totot (Jembatan) Kala Ili, yang biasa dilintasi warga sebelum bencana.Jalur itu rusak akibat banjir bandang yang melanda kawasan itu selama empat hari berturut-turut.“Terdapat 19 titik longsor berat, jalur terjal, bahkan jurang harus dilalui untuk sampai ke tujuan,” ucap Badri./ IWAN BAHAGIA Jembagan Kala Ili, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah yang rusak akibat bencana hedrometrologi yang melanda kawasan itu sejak 26-28 November 2025.Masyarakat lima desa itu bahkan tidak mampu menjangkau Kantor Camat Linge secara langsung untuk mengambil berbagai jenis bantuan bencana, sehingga warga ikut menyalurkan bantuan dengan melangsir dari satu kampung ke kampung lainnya.“Kelima desa ini masih kesulitan mendapatkan bahan makanan, bahkan tempat pengungsian masih mengunakan terpal seadanya. Kalaupun air sungai mulai surut, warga tidak berani kembali ke rumahnya, itupun kalaupun ada sebagian warga yang masih ada rumahnya, sebab sebagian hanya baju di badan yang tinggal,” ucap Badri.
(prf/ega)
Warga 5 Desa di Aceh Tengah Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai dengan Rakit Drum
2026-01-12 04:35:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:23
| 2026-01-12 04:17
| 2026-01-12 03:40
| 2026-01-12 03:25










































