Mana Lebih Awet Jalan Cor Beton Vs Aspal? Ini Kata Dosen Teknik Sipil

2026-01-12 11:01:09
Mana Lebih Awet Jalan Cor Beton Vs Aspal? Ini Kata Dosen Teknik Sipil
– Aspal dan beton merupakan dua material utama yang paling sering digunakan dalam konstruksi jalan di Indonesia. Keduanya memiliki karakteristik, keunggulan, dan kelemahan masing-masing.Pakar konstruksi jalan dan jembatan, Riski Wahyudi, menjelaskan ada beberapa perbedaan jalan aspal dan beton yang kemudian berpengaruh pada biaya maupun keawetan jalan raya."Ada 2 jenis perkerasan jalan yaitu rigid pavement/perkerasan kaku/perkerasan beton dan flexibel pavement/perkerasan lentur/perkerasan aspal," terang Riski saat dihubungi, Selasa .Namun demikian, tingkat keawetan jalan tidak hanya ditentukan oleh jenis material aspal vs beton saja, tetapi juga oleh perencanaan, kualitas konstruksi, beban lalu lintas, serta perawatan setelah jalan tersebut digunakan.Baca juga: Apa Perbedaan Aspal Minyak Bitumen dan Aspal Alam?Aspal adalah material perkerasan lentur (flexible pavement) yang berasal dari produk olahan minyak bumi. Dalam konstruksi jalan, aspal berfungsi sebagai bahan pengikat agregat seperti pasir dan batu sehingga membentuk lapisan permukaan yang rata.Diungkapkan Riski, dari sisi biaya, penggunaan aspal lebih murah dibandingkan dengan jalan cor beton. Selain itu, masa pengerjaan jalan cor beton juga lebih lama."Untuk biaya konstruksi awal, aspal jauh lebih murah daripada beton, akan tetapi untuk biaya perawatan aspal lebih mahal," ujar Riski yang juga dosen Teknik Sipil Untara ini.Salah satu keunggulan utama aspal adalah sifatnya yang lentur. Jalan beraspal mampu mengikuti pergerakan tanah dan relatif lebih tahan terhadap retak akibat perubahan suhu atau getaran kendaraan.Baca juga: Konstruksi Jalan Aspal Vs Beton, Mana Lebih Murah?Sementara beton merupakan perkerasan kaku (rigid pavement) yang terbuat dari campuran semen, air, dan agregat. Jalan beton dikenal memiliki kekuatan tekan yang tinggi dan struktur yang lebih kaku dibandingkan aspal.Keunggulan utama jalan beton terletak pada daya tahannya terhadap beban berat dan umur pakai yang lebih panjang. Oleh karena itu, jalan cor beton sering digunakan pada jalur dengan lalu lintas berat, seperti kawasan industri, pelabuhan, dan jalan nasional dengan angkutan berat."Pada saat perencanaan awal, jalan didesain memiliki umur rencana (jalan aspal dan beton). Perkerasan beton miliki umur rencana yang lebih lama daripada perkerasan aspal. Beton (15-40 tahun) aspal (5-10 tahun)," ucap Riski.Meski lebih awet, jalan cor beton memiliki kelemahan. Proses pembangunannya membutuhkan waktu lebih lama karena harus menunggu beton mencapai kekuatan optimal sebelum bisa dilalui kendaraan.Di daerah dengan curah hujan tinggi dan drainase yang kurang baik, jalan aspal lebih rentan rusak karena genangan air dapat melemahkan ikatan aspal.Sebaliknya, jalan beton relatif lebih tahan terhadap air, meski tetap berisiko retak jika kualitas pengerjaan kurang baik. Di beberapa ruas jalan di Indonesia, aspal dan beton juga sering digunakan secara bersamaan.Baca juga: Mengapa Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak Tiap Musim Hujan?


(prf/ega)