Beda Versi Pertempuran Thailand-Kamboja Terbaru, Malaysia Buka Suara

2026-01-12 02:29:09
Beda Versi Pertempuran Thailand-Kamboja Terbaru, Malaysia Buka Suara
Penulis: Mahima Kapoor/DW IndonesiaPHNOM PENH, - Thailand melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasannya yang disengketakan dengan Kamboja pada Senin pagi, menurut pernyataan militer Thailand, sedangkan kedua negara saling menuduh telah memicu eskalasi terbaru.Angkatan Darat Kerajaan Thailand menuduh pasukan Kamboja menyerang personelnya di Provinsi Sisaket pada 7 Desember.Dalam sebuah unggahan di media sosial, angkatan darat mengatakan, telah terjadi bentrokan lain di Provinsi Ubon Ratchathani pada Senin pagi, yang mendorong dilakukannya serangan udara.Baca juga: Thailand Serang Kamboja, Perbatasan Kedua Negara Kembali Memanas“Pasukan Kamboja melepaskan tembakan menggunakan senjata ringan dan peluncur roket mulai sekitar pukul 05.05 pagi hingga sekarang, sehingga pihak Thailand merespons sesuai dengan aturan keterlibatan menggunakan senjata ringan dan peluncur roket,” kata Winthai Suvaree, juru bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand.Kemudian pada pagi hari, angkatan darat Thailand mengatakan, menerima laporan bahwa pasukannya telah diserang dengan “senjata tembak pendukung,” menewaskan satu personel dan melukai empat lainnya.“Pihak Thailand telah mulai menggunakan pesawat untuk menyerang sasaran militer di berbagai area untuk menekan serangan dari senjata tembak pendukung pasukan Kamboja,” kata Suvaree.??.??????????????????????? – ??????? ????????????? ????????????????????????????? ??????????????????????????????????????????? ????????????????????????????????????? (7 ?.?. 68) ?????????????????????????????????????????????? - ?????????????? ?.?????????? ?.???????? ???????????? (8… pic.twitter.com/lf5xz3WwG3Angkatan darat juga telah mengerahkan pasukan untuk mendukung evakuasi warga di wilayah tersebut, menurut pernyataan itu.Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, mengatakan bahwa pasukan Thailand telah melancarkan serangan terhadap pasukan Kamboja di provinsi perbatasan Preah Vihear dan Oddar Meanchey pada Senin dini hari, menambahkan bahwa Kamboja tidak membalas.“Kamboja mendesak Thailand untuk segera menghentikan seluruh aktivitas bermusuhan yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ujarnya.Baca juga: Kamboja Balas Serangan Udara Thailand, Tembakkan Roket BM-21Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyerukan kedua belah pihak yang bersengketa untuk menahan diri dalam sebuah pernyataan di media sosial, disertai gambar para pemimpin Thailand dan Kamboja menandatangani perjanjian damai pada Oktober.“Malaysia siap mendukung langkah-langkah yang dapat membantu memulihkan ketenangan dan mencegah insiden lebih lanjut. Kawasan kita tidak ingin membiarkan sengketa berkepanjangan jatuh ke dalam siklus konfrontasi,” tulis Ibrahim.I am deeply concerned by reports of armed clashes between Cambodian and Thai forces along their common border. I offer my condolences to the families of those who have been killed or injured. The renewed fighting risks unravelling the careful work that has gone into stabilising… pic.twitter.com/PWFnFku4Z1Baca juga: Pembukaan SEA Games 2025 Thailand Dibayangi Eror Panitia dan PerangBentrokan ini terjadi di tengah sengketa puluhan tahun antara Thailand dan Kamboja.Kedua negara berbagi perbatasan sepanjang 800 kilometer yang melintasi wilayah jarang penduduk dan menjadi lokasi beberapa candi yang diklaim kedua belah pihak.Ini termasuk candi bersejarah Preah Vihear, situs Hindu berusia 1.000 tahun yang dibangun oleh Kekaisaran Khmer.


(prf/ega)