Hampir Satu Semester, Sekolah Rakyat Catat Kemajuan Siswa

2026-01-13 10:55:19
Hampir Satu Semester, Sekolah Rakyat Catat Kemajuan Siswa
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir satu semester mulai menunjukkan hasil positif, baik dari aspek fisik dan kesehatan, perkembangan psikososial dan talenta, hingga capaian akademik siswa.Menurut Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh, tiga ukuran tersebut adalah indikator utama capaian program Sekolah Rakyat."Sekolah Rakyat sudah hampir satu semester berjalan. Oleh karena itu saat paling tepat sekarang ini melakukan evaluasi pelaksanaan dari Sekolah Rakyat," ujar M. Nuh dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).M. Nuh menjelaskan, evaluasi dilakukan secara komprehensif terhadap tiga aspek utama. Pertama, aspek fisik dan kesehatan siswa. Sejak awal masuk, setiap siswa dipetakan kondisi kesehatannya, mulai dari berat dan tinggi badan, kebugaran, hingga kondisi medis. Perubahan kondisi fisik siswa kemudian dibandingkan antara saat masuk dan setelah satu semester pembelajaran."Waktu masuk dulu seperti apa, berat badan, tinggi badan hingga tingkat kesehatan dan kebugarannya. Setelah satu semester apa yang berubah. Before and after dari sisi kesehatan dan kebugaran," katanya.Aspek kedua yang dievaluasi adalah psikososial dan talenta siswa. Setiap anak memiliki peta talenta yang menjadi dasar pendekatan pembelajaran. Menurut M. Nuh, Sekolah Rakyat tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga pengembangan potensi dan keunikan setiap anak."Setiap anak punya kartu yang namanya talenta. Berangkat dari talenta inilah sebenarnya yang ingin kita kembangkan. Tidak hanya aspek akademiknya semata," jelasnya.Sementara aspek ketiga adalah capaian aspek akademik siswa. Ketiga pilar tersebut menjadi dasar penilaian perkembangan murid Sekolah Rakyat.M. Nuh mencontohkan salah satu siswa bernama Azril dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi yang pada awal masuk belum mampu membaca dan menulis karena kondisi tertentu. Dengan pendekatan berbasis talenta dan motivasi, kemampuan Azril berkembang signifikan."Dia tadinya tidak bisa baca-tulis karena kondisi tertentu. Tapi dengan dengan peta talenta, kita ketahui peta talentanya punya semangat yang kuat. Maka Alhamdulillah dengan pendekatan yang tepat akhirnya di bisa membaca dan menulis, bahkan ranking tiga di kelasnya," ungkapnya.Menurutnya, pendekatan ini menjadi ciri khas Sekolah Rakyat yang melihat potensi talenta siswa secara menyeluruh. Potensi yang sebelumnya tidak terlihat kemudian dieksplorasi hingga menjadi kompetensi nyata.Hasil evaluasi pelaksanaan Sekolah Rakyat secara menyeluruh dijadwal keluar pada Januari 2026. Penilaian tidak hanya menggunakan ukuran konvensional, tetapi juga dampak sosial melalui Social Return on Investment (SROI)."Sekolah Rakyat bukan profit oriented, tapi investasi sosial, maka yang kita ukur adalah SROI -nya berapa. Sehingga dari situ tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya berapa. Tetapi nilai sosial berapa yang bisa kita telurkan dari Sekolah Rakyat itu," jelasnya.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini di 166 daerah berjalan dengan baik, meskipun pada tahap awal masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang terus diperbaiki."Alhamdulillah secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini bisa terselenggara dengan baik. Hari ini kita lihat bagaimana proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat mulai menampakkan hasil-hasilnya," kata Gus Ipul.Ia menyebutkan, evaluasi dilakukan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang dimulai sejak Juli di puluhan daerah dan terus bertambah pada bulan-bulan berikutnya. Gus Ipul mengaku terharu melihat mulai munculnya bakat dan potensi siswa Sekolah Rakyat."Saya merasa terharu karena mulai nampak bakat-bakat dari siswa Sekolah Rakyat," tambahnya.Sejak awal, siswa Sekolah Rakyat tidak melalui tes akademik. Tahapan awal dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan talenta menggunakan teknologi DNA Talent berbasis kecerdasan buatan untuk mengetahui minat, bakat, dan potensi siswa."Dari situ kita bisa mengetahui dan sekaligus nanti membimbing serta mengarahkan sebaiknya mereka nanti berprofesi di bidang apa," ucapnya.Gus Ipul menegaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau disiapkan menjadi tenaga kerja terampil, baik di dalam maupun luar negeri. Bagi siswa yang memilih jalur wirausaha, pemerintah juga akan memberikan pendampingan melalui kerja sama lintas kementerian."Pada prinsipnya, kita sudah memikirkan hilirisasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini. Lulusannya seperti apa nanti, tindak lanjutnya dan proses-proses pendidikan yang harus dilakukan di lingkungan Sekolah Rakyat," pungkasnya.Sebagai informasi, hingga saat ini Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi dengan daya tampung 15.820 siswa yang terbagi dalam sekitar 638 rombongan belajar. Penyelenggaraan pendidikan tersebut didukung oleh 10.500 guru serta 4.442 tenaga kependidikan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-13 09:33