- Perkembangan sistem cuaca di wilayah Samudra Hindia kembali menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peningkatan status Bibit Siklon Tropis 91S menjadi Siklon Tropis Bakung.Sistem ini terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dan resmi menyandang status siklon tropis sejak Jumat pukul 19.00 WIB.Meski bergerak menjauhi wilayah Indonesia, keberadaan Siklon Tropis Bakung tetap berpotensi memicu dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem di sejumlah daerah.Baca juga: Presiden Prabowo Ingin Peringatan Dini BMKG Jadi Perhatian SeriusBMKG menyampaikan bahwa hasil analisis menunjukkan Siklon Tropis Bakung memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam.Tekanan udara minimum di sekitar pusat siklon tercatat berada di kisaran 1.000 hPa. Sistem ini bergerak ke arah barat daya dan dipastikan menjauhi wilayah Indonesia.Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, meskipun arah pergerakan siklon menjauhi Indonesia, dampak tidak langsungnya tetap perlu diantisipasi.Baca juga: BMKG Deteksi Siklon Tropis Bakung dan 2 Bibit Siklon di Indonesia, Ini Daftar Wilayah TerdampakMenurutnya, kondisi atmosfer dan laut di beberapa wilayah Indonesia masih dapat terpengaruh dalam satu hingga dua hari ke depan.“Berdasarkan hasil pemantauan ini, dalam beberapa hari terakhir BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan kepada masyarakat serta sektor terkait,” kata Faisal dalam konferensi pers perkembangan Bibit Siklon 91S dan 93S di wilayah Indonesia, Jumat .BMKG memprediksi pada 13 Desember 2025, intensitas Siklon Tropis Bakung berpotensi meningkat signifikan.Kecepatan angin maksimum diperkirakan mencapai 55 knot atau sekitar 100 kilometer per jam. Dengan peningkatan tersebut, sistem ini berpotensi menjadi siklon tropis kategori dua.Tekanan udara minimum di sekitar pusat siklon juga diproyeksikan turun hingga sekitar 988 hPa.Meski demikian, pergerakan Siklon Tropis Bakung dipastikan semakin menjauh ke arah barat daya dari wilayah Indonesia sehingga tidak diperkirakan masuk ke daratan.Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Surabaya dan 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur Mulai 11–20 Desember 2025BMKG menekankan bahwa dampak utama yang perlu diwaspadai adalah efek tidak langsung dari Siklon Tropis Bakung.Beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan, angin kencang, dan gelombang laut tinggi.Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten. Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di Bengkulu.Baca juga: Ada Bibit Siklon 93S, BMKG Imbau Bali hingga NTT Waspada Cuaca Buruk
(prf/ega)
Menjauh dari Indonesia, BMKG Ungkap Siklon Tropis Bakung Tetap Picu Cuaca Ekstrem di Wilayah Ini
2026-01-12 04:33:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:31
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 04:00










































