MAJALENGKA, - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan kesanggupannya untuk merelokasi 200 rumah warga di pesisir Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, yang menjadi langganan banjir rob."Kemarin (Bupati) sudah minta tuh 200 orang, minta direlokasi, saya sudah sanggup 200 orang untuk relokasi. Enggak ada masalah, enggak ada yang sulit di Jawa Barat," ujar Dedi saat menghadiri acara groundbreaking kawasan Aerospace Park dan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Senin .Dedi menyebut, pada dasarnya, banjir rob di pesisir dipicu oleh kenaikan muka air laut.Karena itu, penanganannya harus dilakukan melalui pembenahan sungai, melaksanakan normalisasi, serta penataan permukiman.Baca juga: Banjir Rob Buat Kampung Empang Eretan Wetan Indramayu Terisolasi, Akses Tertutup, Warga Pakai Perahu"Banjir rob di Indramayu itu sebenarnya sederhana, yang pertama adalah daerah aliran sungainya harus dibenahi," ujar dia.Kemudian, Dedi menilai, kawasan permukiman warga yang menjadi langganan rob memang sebaiknya direlokasi, terutama yang berada di titik paling dekat dengan garis pantai dan terus dilanda rob tanpa berkesudahan."Kedua, rumah-rumah yang langganan rob sebaiknya direlokasi. Itu karena kan kalau laut enggak bisa dicegah, memang air lautnya semakin naik dan akan sampai masuk ke daerah Eretan itu," katanya.Dedi menyebut, pihaknya sudah meminta Bupati Indramayu untuk proses relokasi tersebut."Dan kalau masih bisa bantaran sungainya dinormalisasi ya dinormalisasikan," ujar dia.Baca juga: Banjir Rob Kembali Rendam Ribuan Rumah di Eretan Indramayu, Aktivitas Warga TergangguSebelumnya diberitakan, Blok Empang Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, menjadi salah satu wilayah yang terdampak rob paling parah.Kampung tersebut bahkan seperti terisolasi.Satu-satunya akses warga keluar-masuk kampung hilang tertutup tingginya banjir rob. Jalan itu baru muncul apabila banjir rob sedang surut.Warga di sana pun terpaksa memakai perahu untuk akses keluar-masuk kampung, seperti untuk keperluan belanja ataupun anak-anak berangkat sekolah.Mereka tidak berani mengambil risiko menerobos banjir dengan jalan kaki, mengingat satu-satunya akses jalan itu pada kiri dan kanannya adalah empang.Jika salah berpijak, kaki akan terperosok masuk ke dalam empang yang dalam.Warga Blok Empang, Sumarni (48), menyebut, banyak tetangganya yang sudah pindah dari kampung karena kondisi rob yang makin parah serta terisolasinya kampung.Ia pun sebenarnya juga ingin mengikuti jejak tetangganya tersebut, tetapi tidak ada pilihan lain karena untuk pindah rumah tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit."Mudah-mudahan yang katanya mau dipindahin, ya mudah-mudahan benar, tetapi enggak tahu kapan-kapannya. Kalau harus pindah, saya enggak apa-apa karena di Blok Empang kondisinya seperti ini," ujarnya.
(prf/ega)
Dedi Mulyadi Sanggupi Permintaan Relokasi 200 Rumah Warga Eretan Indramayu Langganan Banjir Rob
2026-01-12 05:10:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 03:41
| 2026-01-12 03:25
| 2026-01-12 03:00










































