3 Arang Terbaik untuk Bakaran Malam Tahun Baru, Mana yang Paling Pas?

2026-01-14 06:34:53
3 Arang Terbaik untuk Bakaran Malam Tahun Baru, Mana yang Paling Pas?
- Malam Tahun Baru identik dengan acara bakar-bakar di halaman rumah bersama keluarga dan teman.Dari ayam, ikan, hingga sosis, semua jadi lebih nikmat ketika dipanggang di atas arang. Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua arang memiliki karakter yang sama?Setiap jenis arang membawa aroma, panas, dan pengalaman memasak yang berbeda. Memilih arang yang tepat dapat menghasilkan cita rasa smoky yang khas, sekaligus memastikan proses memasak lebih mudah dan efisien.Baca juga: Arang untuk Bakar Sate Sulit Nyala, Ini Cara MenyalakannyaBerikut tiga jenis arang yang paling cocok digunakan untuk pesta bakaran malam tahun baru.Arang batok kelapa berasal dari tempurung kelapa berbentuk lempengan tipis. Ini adalah jenis arang yang paling mudah ditemukan dan harganya pun cukup terjangkau.Dok. Wikimedia Commons/Gausanchennai Ilustrasi batok kelapa.Kelebihan:Kualitas panas yang stabil membuat arang batok kelapa ideal untuk memanggang makanan yang butuh waktu lebih lama seperti ayam utuh, sate, atau ikan berukuran besar.Jenis arang ini berasal dari kayu yang dibakar hingga menjadi bara. Bentuknya berupa bongkahan tidak beraturan.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi arang. Meski sekarang semakin sulit ditemukan, arang kayu tetap jadi pilihan bagi sebagian orang karena kemudahan penggunaannya.Kelebihan:Kekurangan:Baca juga: Cara Mudah Menyalakan Arang Tanpa Minyak Tanah untuk Bakar SateArang kayu cocok untuk bakaran santai dalam waktu singkat, seperti bakar sosis atau jagung. Namun perlu ekstra hati-hati agar abunya tak beterbangan dan mengotori makanan.Arang batu bara hadir dalam berbagai bentuk, tergantung pada cetakan pabrik. Jenis ini kini banyak digunakan di perkotaan karena tampilannya lebih bersih dan kualitas panasnya lebih stabil.PIXABAY/BEN SCHERJON Ilustrasi batu bara.Kelebihan:Kekurangan:Arang batu bara cocok untuk Anda yang ingin hasil panggang cepat matang, permukaan lebih kering, dan area barbekyu tetap bersih.Setelah mengenal karakter masing-masing arang, kamu bisa memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.Baca juga: Cara Bikin Smoker BBQ Rumahan, Butuh Pemanggang ArangMau yang ekonomis, yang panas stabil, atau yang modern dan bersih—semuanya bisa disesuaikan dengan jenis hidangan dan durasi acara bakaran Anda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 09:00