Saham TOBA Rebound Hampir 9 Persen, Analis Sebut Sentimen Positif dari Bisnis Hijau

2026-01-13 07:00:15
Saham TOBA Rebound Hampir 9 Persen, Analis Sebut Sentimen Positif dari Bisnis Hijau
JAKARTA, – Saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melonjak hampir 9 persen pada sesi pertama perdagangan Selasa , setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir.Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TOBA sempat menyentuh level Rp 865 sebelum ditutup di posisi Rp 850 atau naik 8,97 persen pada sesi pertama perdagangan. Volume transaksi tercatat ramai, dengan 2,59 juta lot saham berpindah tangan dan nilai transaksi mencapai Rp 217,5 miliar.Analis MNC Sekuritas Raka Junico mengatakan, tekanan pada saham TOBA beberapa waktu lalu muncul setelah perusahaan menyatakan tidak ikut dalam proyek waste to energy (WTE) yang digagas Danantara. Padahal, investor sebelumnya berharap proyek tersebut dapat mendukung ekspansi bisnis TOBA di masa depan.Baca juga: TBS Energi Utama (TOBA) Tak Ikut Proyek Listrik dari Sampah dan Patriot Bonds Rp 50 T“Namun kalau dilihat, proyek WTE itu prosesnya masih panjang sampai commercial operation date (COD) atau menghasilkan laba. Sementara TOBA dalam beberapa tahun terakhir justru agresif mengakuisisi perusahaan berkelanjutan yang sudah menghasilkan pendapatan dan laba. Jadi pilihan TOBA untuk fokus pada ekspansi internasional adalah keputusan yang baik bagi kinerja keuangan,” ujar Raka dalam keterangannya.Dalam laporan keuangan kuartal III-2025, TBS membukukan pendapatan konsolidasian sebesar 288,2 juta dollar AS, dengan EBITDA disesuaikan mencapai 31,8 juta dollar AS. Capaian ini menunjukkan ketahanan operasional perusahaan di tengah tekanan harga batu bara global.Segmen pengelolaan limbah menjadi kontributor utama dengan porsi 39 persen terhadap total pendapatan dan 88 persen terhadap EBITDA. Kondisi ini menunjukkan pergeseran struktur bisnis TBS menuju sektor berkelanjutan.Posisi kas perusahaan juga tetap kuat, mencapai 89 juta dolar AS atau naik sekitar 31 persen dibandingkan akhir 2024. Peningkatan tersebut memperkuat kapasitas pendanaan untuk mempercepat ekspansi proyek hijau, termasuk penguatan operasi Cora Environment di bidang waste-to-energy, pengembangan ekosistem kendaraan listrik Electrum, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi di Batam.Menurut Raka, hasil keuangan kuartal III mencerminkan keberhasilan transformasi TBS menuju bisnis non-batu bara.“Kinerja kuartal III menunjukkan hasil konkret dari diversifikasi TBS di sektor non-batubara. Kontribusi besar dari bisnis pengelolaan limbah dan efisiensi keuangan yang meningkat menjadi katalis utama bagi prospek jangka menengah,” katanya.Valuasi saham TOBA dinilai masih cukup menarik dibandingkan emiten serupa di tingkat global, dengan rasio price to book value (PBV) sekitar 1,94 kali.Berdasarkan riset UOB Kay Hian, sejumlah emiten sustainability internasional memiliki valuasi jauh lebih tinggi, seperti Waste Management Inc (PBV 8,6X), Republic Services Inc (5,6X), dan Clean Harbors Inc (4,6X).Dengan kinerja keuangan yang solid, fokus pada bisnis berkelanjutan, serta potensi ekspansi internasional, saham TOBA dinilai masih memiliki ruang penguatan lebih lanjut.Baca juga: Danantara Bakal Pakai “Patriot Bond” di Proyek Sampah Jadi ListrikDisclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.


(prf/ega)