Teks Doa Hari Ibu 2025 Resmi dari KemenPPPA

2026-02-02 18:16:15
Teks Doa Hari Ibu 2025 Resmi dari KemenPPPA
- Peringatan Hari Ibu 2025 yang jatuh pada 22 Desember menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur dan penghormatan kepada para ibu serta perempuan Indonesia.Pada momentum ini, pemerintah juga mengadakan upacara peringatan Hari Ibu. Di mana salah satu rangkaian kegiatannya ialah pembacaan doa.Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) pun telah merilis teks doa Hari Ibu 2025.Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur, harapan, dan penghormatan atas peran ibu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Baca juga: Hari Ibu 2025: Tema dan Logo Resmi, Lengkap dengan MaknanyaTema Hari Ibu 2025 ialah Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045. Itu merupakan tema utama Peringatan Utama Hari Ibu ke-97 tahun 2025.Selain tema utama, peringatan Hari Ibu ke-97 tahun 2025 juga memiliki empat sub tema, yakni:Baca juga: Sejarah Hari Ibu 22 Desember: Berakar dari Semangat Sumpah Pemuda 1928Berikut teks doa Hari Ibu 2025 yang dibacakan saat upacara:Bismillahirrahmanirrahim.Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wassalatu wassalamu' ala asyrafil anbiya 'i wal mursalin, wa'ala alihi wa ashhabihi ajma 'in.Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Dengan segala kerendahan hati kami memohon curahan rahmat, taufik, dan ridho-Mu. Pada hari yang penuh makna ini kami berkumpul untuk memperingati Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025, hari yang mengingatkan kami akan keteguhan perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa.Ya Allah, Engkau yang Maha Menyempurnakan segala ciptaan.Kami bersyukur atas limpahan kasih sayang-Mu yang menjadikan perempuan sebagai sumber kehidupan, tiang keluarga, penopang bangsa, dan penerus peradaban. Jadikanlah ibu-ibu dan seluruh perempuan Indonesia insan yang kuat lahir dan batin, yang mampuberkarya, berdaya, serta membawa manfaat bagi sesama dan tanah air tercinta.Ya Allah Yang Maha Bijaksana,Bimbinglah kami agar semangat perjuangan para pahlawan perempuan terdahulu tidak hanya dikenang, tetapi dilanjutkan dengan karya nyata. Tumbuhkanlah dalam diri kami keberanian, keikhlasan, dan kecerdasan untuk menghadapi tantangan zaman, menuju Indonesia Emas Tahun 2045 —Indonesia yang adil, makmur, setara, maju, dan bermartabat.Ya Allah Yang Maha Memberi Kekuatan,Karuniakanlah kepada para pemimpin kami hikmah, kepekaan, dan kemampuan untuk membangun bangsa yang menghormati martabat perempuan, menjunjung kesetaraan gender, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berperan dan memimpin sesuai fitrah dan potensi terbaiknyaYa Allah Yang Maha Pengampun,Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, para pemimpin kami, dan para pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa raga demi persatuan Indonesia. Tempatkanlah mereka dalam rahmat dan ampunan-Mu.Akhirnya, ya Allah, terimalah doa dan ikhtiar kami.Satukan hati kami dalam kebaikan, kuatkan langkah kami dalam perjuangan, dan tetapkan kami pada jalan yang Engkau ridhoi.Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, waqina ‘adzaban-nar. Subhana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘amma yashifun. Wasalamun ‘ala al-mursalin. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 17:44