Armuji Sidak Rumah Eks Manajer PT KCKS, Ungkap Dugaan Investasi Bodong dan Online Scam

2026-01-16 02:42:57
Armuji Sidak Rumah Eks Manajer PT KCKS, Ungkap Dugaan Investasi Bodong dan Online Scam
SURABAYA, – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait dugaan investasi bodong dan praktik online scam yang diduga dijalankan PT Komunitas Cinta Kasih Sesama (KCKS), Senin .Berdasarkan aduan yang diterima, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 50.000 orang yang tersebar di Surabaya, Gresik, Malang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, hingga luar negeri, dengan total kerugian ditaksir lebih dari Rp 3 miliar.Dalam sidak tersebut, Armuji mendatangi kediaman mantan manajer PT KCKS, Vanessa Valerienne, di Villa Kalijudan Indah, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.Namun, Vanessa maupun keluarganya tidak berada di lokasi.Baca juga: Kasus Investasi Bodong dan Online Scam Dilaporkan ke Armuji, 6 WNI Masih Terjebak di KambojaArmuji meminta pihak keamanan perumahan untuk mengawasi keberadaan Vanessa dan keluarganya.“Kalau ada yang bernama Vanessa, segera laporkan ke aparat atau hubungi saya. Jangan sampai korbannya terus bertambah,” kata Armuji.Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur investasi dengan imbal hasil tidak masuk akal.“Kalau bunganya tidak logis, jangan diikuti. Awalnya memang cair, tapi akhirnya dikemplang,” tegasnya.Salah satu korban, Deni Widihantoro, mengungkapkan awal mula mengenal PT KCKS melalui kegiatan sosialisasi di Kampung Malang, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, pada 2024.Saat itu, PT KCKS memperkenalkan diri sebagai aplikasi ekonomi filantropi untuk pengentasan kemiskinan. Warga diminta mengunduh aplikasi dengan iming-iming bantuan minyak dan bahan pokok.“Cara kerjanya cuma absen tiga kali sehari, tiap klik dapat Rp 2.000. Sebulan bisa Rp 60.000, bagi warga menengah ke bawah itu sangat berarti,” kata Deni kepada Armuji.Pada Maret 2025, Deni mulai berinvestasi dengan modal awal Rp 400.000 dengan kontrak selama tiga tahun. Nilai investasi meningkat secara berlipat sesuai nominal yang disetor.Setelah berjalan sekitar lima bulan, Deni ditawari skema investasi lain bernama Proyek Amal (PA) dengan janji keuntungan lebih besar.“Kalau PA, misalnya setor Rp 400.000 bisa berkembang jadi Rp 2 juta. Nominalnya macam-macam,” ujarnya.Baca juga: Perihnya Terjebak Pekerjaan Online Scam di Kamboja, Disiksa dan Dipaksa Lari 300 Kali karena Tak Capai TargetNamun, sejak September 2025, seluruh modal dan keuntungan para member tidak bisa dicairkan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 02:36