Intensitas Hujan Lebat Meningkat pada November, BMKG Minta Waspadai Banjir Kiriman dari Hulu

2026-01-12 06:52:54
Intensitas Hujan Lebat Meningkat pada November, BMKG Minta Waspadai Banjir Kiriman dari Hulu
SEMARANG, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) akan memasuki musim penghujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada November 2025.Intensitas curah hujan di wilayah kabupaten/kota pantai utara (Pantura) diperkirakan mencapai 150-300 milimeter per bulan.Koordinator Observasi dan Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menuturkan bahwa intensitas curah hujan lebat diprediksi terjadi di Pantura bagian barat, kabupaten/kota wilayah pegunungan tengah, dan pantai selatan (Pansela).Peningkatan curah hujan dinilai dipengaruhi oleh La Nina yang sedikit meningkat bersamaan dengan perubahan gelombang siklonik atmosfer yang bergerak di area Jawa Tengah."Secara keseluruhan, 35 kabupaten/kota sudah masuk musim penghujan. Dan ada banyak faktor yang menyebabkan curah hujan di periode bulan ini lebih tinggi. Mulai dari La Nina yang agak meningkat. Ada juga pengaruh gelombang siklonik. Terus juga dipengaruhi terjadinya air pasang di pesisir pantai," kata Giyarto saat dikonfirmasi, Kamis .Baca juga: Curah Hujan Diprediksi Masih Tinggi, Kalteng Waspada Banjir RobData peta curah hujan menggambarkan bahwa intensitas curah hujan tinggi akan muncul di wilayah pegunungan tengah, Pantura bagian barat, dan Pansela sekitar 151-500 milimeter per bulan.Namun, di wilayah Soloraya, hujan diprediksi turun dengan intensitas sedang.“Lebih jelasnya, untuk wilayah kabupaten/kota Pantura, BMKG memprediksi intensitas curah hujan berkisar 150-300 milimeter per bulan,” imbuhnya.Sebagai mitigasi, dia mengingatkan agar masyarakat Pantura lebih waspada mengingat adanya peningkatan curah hujan di bulan ini sekaligus naiknya air pasang yang memicu banjir rob."Untuk Pantura, imbauan kami sebaiknya warga pesisir, terutama untuk kegiatan transportasi darat, lebih berhati-hati karena ada curah hujan yang tergolong tinggi. Bagi wilayah pegunungan, juga waspadai siklus kejenuhan tanah di tebing-tebing atau pereng-pereng saat hujan," imbaunya.Tak hanya itu, di wilayah hulu sampai hilir sungai, terutama kawasan bantaran sungai, perlu mewaspadai potensi banjir kiriman dari hulu apabila curah hujan meningkat."Maka dari itu, untuk permukaan sungai yang lebih rendah, kemungkinan terjadi luapan banjir. Kami sarankan masyarakat bersiap-siap mengantisipasi potensi bencana saat musim hujan," tuturnya.Lebih lanjut, puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada periode Januari-Februari 2026 mendatang.Sedangkan curah hujan mulai menurun alias melandai di bulan Maret 2026."Puncak penghujan kami perkirakan terjadi antara Januari dan Februari tahun depan. Lalu kondisinya berangsur normal pas masuk Maret," lanjutnya.


(prf/ega)