Dibalik Pengakuan Israel atas Somaliland: Strategi Laut Merah hingga Isu Palestina

2026-02-03 06:28:23
Dibalik Pengakuan Israel atas Somaliland: Strategi Laut Merah hingga Isu Palestina
– Keputusan Israel mengakui kemerdekaan Somaliland memicu gelombang kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional.Somaliland merupakan wilayah yang memisahkan diri dari Somalia sejak 1991, namun hingga kini belum mendapatkan pengakuan internasional secara resmi.Pada Jumat , Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara terbuka mengakui Somaliland sebagai negara merdeka.Baca juga: Apa Itu Negara Somaliland yang Kini Diakui Israel?Langkah ini dianggap kontroversial karena dinilai melanggar prinsip integritas teritorial Somalia dan dapat menciptakan preseden berbahaya bagi konflik separatis di dunia.China menjadi salah satu negara yang menyuarakan penolakan keras terhadap pengakuan Israel.“Tidak ada negara yang boleh mendorong atau mendukung kekuatan separatis internal negara lain demi kepentingannya sendiri,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, seperti dikutip sejumlah media internasional.Somalia sendiri mengecam keras pengakuan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan nasional.Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menyatakan bahwa langkah Israel merupakan “ancaman eksistensial” bagi persatuan Somalia.Sejumlah negara besar seperti Mesir, Turkiye, Arab Saudi, Iran, Irak, hingga Qatar turut mengeluarkan kecaman, sebagaimana diberitakan BBC pada Selasa .Organisasi seperti Uni Afrika, yang selama ini menentang pengakuan terhadap wilayah separatis, juga menyuarakan kekhawatirannya.Menurut analis dari Horn of Africa, Abdurahman Sayed, pengakuan semacam ini bisa memicu reaksi berantai dari kelompok separatis di wilayah lain.Baca juga: Kisah 2 Kapal Perang AS Diserang Perompak Somalia Pakai Peluncur RoketDIketahui, Somaliland terletak di pesisir Teluk Aden dan memiliki populasi sekitar enam juta jiwa.Wilayah ini mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991, setelah runtuhnya rezim militer Siad Barre di Somalia.Perjuangan separatis di masa lalu menyebabkan puluhan ribu orang tewas dan menghancurkan banyak kota.Meski tidak diakui secara internasional, Somaliland telah membentuk sistem pemerintahan sendiri yang relatif stabil.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-02-03 04:52