- Peresmian revitalisasi Museum dan Panggung Songgo Buwono di Keraton Kasunanan Surakarta memicu polemik internal keraton.Sorotan muncul setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Pakubuwono XIV Hangabehi, dan sejumlah kerabat naik ke Panggung Songgo Buwono seusai acara, Selasa malam.Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta menilai tindakan tersebut tidak melalui koordinasi adat yang semestinya.Peristiwa ini kemudian memunculkan keberatan dan penjelasan dari pihak keraton terkait makna sakral lokasi serta mekanisme undangan acara.Baca juga: Dinamika Internal Keraton Surakarta, Pengelolaan Pasca Revitalisasi Masih MenggantungDilansir dari TribunSolo.com, Penghageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Pakubuwono XIV Purboyo, GKR Panembahan Timoer Rumbai, menyebut naiknya sejumlah pihak ke Panggung Songgo Buwono sebagai bentuk pelecehan adat.“Kalau yang Songgo Buwono kami tidak diajak rembugan. Mereka akan naik. Menurut saya itu pelecehan. Pelecehan adat,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu .Menurutnya, Panggung Songgo Buwono merupakan tempat yang memiliki nilai kesakralan tinggi dalam tradisi Keraton Kasunanan Surakarta.Akses ke lokasi tersebut dibatasi dan hanya diperuntukkan bagi raja yang bertahta serta utusannya yang telah disumpah.“Setahu kami itu tempat sakral, yang dipergunakan hanya untuk raja dan orang-orang yang sudah disumpah raja untuk melakukan upacara adat,” tuturnya.Baca juga: Resmikan Panggung Songgo Buwono Usai Revitalisasi di Keraton Solo, Fadli Zon: Berpotensi Jadi IkonMeski menyayangkan proses yang terjadi, pihaknya menegaskan tetap mendukung pelaksanaan peresmian revitalisasi.Ia mengaku turut membuka akses di sejumlah titik demi kelancaran kegiatan sesuai hasil rapat bersama di Balai Kota Surakarta.“Paling tidak saya tetap berkontribusi menyiapkan upacara itu sesuai rapat di Balai Kota. Bahkan tempat bergantinya baju menteri kemarin juga berkoordinasi dengan saya,” terangnya.Sebelum naik ke Panggung Songgo Buwono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon diketahui sempat berganti pakaian dengan mengenakan beskap.GKR Panembahan Timoer mempersilakan Fadli Zon menggunakan Kamar Nyonya untuk berganti busana.“Saya hidupkan AC-nya, saya bersihkan, saya siapkan,” tuturnya.
(prf/ega)
Polemik Baru Usai Peresmian Revitalisasi Keraton Surakarta, Siapa yang Berhak Naik ke Panggung Songgo Buwono?
2026-01-12 05:30:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:56
| 2026-01-12 04:02
| 2026-01-12 03:20










































