Pohon Natal dari Sampah Plastik Hiasi Gereja Santo Paulus Pekanbaru

2026-01-12 04:53:57
Pohon Natal dari Sampah Plastik Hiasi Gereja Santo Paulus Pekanbaru
PEKANBARU, – Halaman Gereja Katolik Santo Paulus di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, tampak berbeda dalam menyambut perayaan Natal 2025, Rabu .Pada sisi kiri gereja, berdiri beberapa pohon Natal yang bukan terbuat dari pohon asli, melainkan dari sampah plastik yang disulap menjadi dekorasi bernuansa Natal.Pohon Natal setinggi sekitar dua meter tersebut dipercantik dengan potongan pita serta berbagai hiasan lainnya, sehingga menarik perhatian jemaat yang datang beribadah.Baca juga: 94 Polisi Dikerahkan Jaga Perayaan Natal 2025 di Gereja Katedral JakartaKeberadaan pohon Natal dari sampah plastik ini menjadi spot foto baru bagi jemaat yang hadir di Gereja Katolik Santo Paulus Pekanbaru.Koordinator Seksi Acara Panitia Natal 2025, Linda, mengatakan pembuatan pohon Natal tersebut berawal dari lomba membuat pohon Natal berbahan daur ulang."Ide ini muncul dimana kita tahu Kota Pekanbaru nilai minusnya adalah sampah. Banyak dari kita masyarakat di Pekanbaru membuang sampah sembarangan. Tidak mendaur ulang dan tidak memanfaatkannya sekreatif mungkin," ujar Linda saat diwawancarai Kompas.com, Rabu.Linda menuturkan, pohon Natal dari sampah plastik menjadi contoh nyata pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna, sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan."Ini menjadi contoh nyata kita selaku masyarakat Kota Pekanbaru, dan terkhusus saya dan seluruh umat di Santo Paulus, lomba ini bisa berpartisipasi memberikan ide yang terbaik bahwa sampah itu bisa dimanfaatkan sekreatif mungkin. Kebetulan di bulan 12 ini memperingati Hari Natal," ujar Linda.Baca juga: Pohon Natal Unik di UK Petra Surabaya Menghadirkan Pesan Kasih dari Timur IndonesiaDengan adanya lomba tersebut, panitia kemudian memajang hasil karya peserta di halaman gereja sebagai dekorasi Natal sekaligus tempat berfoto bagi jemaat.Linda menjelaskan, lomba pembuatan pohon Natal dari sampah plastik digelar selama satu minggu. Proses pembuatan dilakukan di tempat tinggal masing-masing peserta.Peserta lomba merupakan tim atau kelompok yang mewakili lingkungan di wilayah pusat maupun kelompok kategorial di Paroki Santo Paulus Pekanbaru."Di technical meeting kami ada jelasin ada beberapa syarat dan ketentuan terkait bahan daur ulang apa yang bisa digunakan," sebut Linda.Hasil karya peserta kemudian dibawa ke Gereja Katolik Santo Paulus untuk dipajang.Untuk pemenang lomba, pengumuman dilakukan pada Hari Natal, 25 Desember 2025."Pemenang diumumkan pada perayaan syukuran natal BIA/BIR (Bina Iman Anak/Bina Iman Remaja)," sebut Linda.Adapun hadiah lomba tersebut yakni juara pertama mendapat uang tunai Rp 1,5 juta, juara kedua Rp 1 juta, dan juara ketiga Rp 500.000.


(prf/ega)